Error: Invalid or missing Google Analytics token. Please re-authenticate.

Mudyat Noor Targetkan Program Makan Bergizi Gratis Jangkau Seluruh Wilayah PPU di 2025 - Beritakaltimterkini.com

Mudyat Noor Targetkan Program Makan Bergizi Gratis Jangkau Seluruh Wilayah PPU di 2025

PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

Hingga akhir Desember 2025, ia menargetkan manfaat program ini tidak lagi hanya dirasakan sebagian kecil siswa, melainkan merata di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten PPU.

​Menurut Mudyat, program ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Namun, ia mengakui bahwa saat ini distribusi belum sepenuhnya menyeluruh ke seluruh sekolah.

​”Saat ini realisasinya baru mencakup sekitar 30 persen dari total kurang lebih 30 ribu siswa di PPU. Masih banyak sekolah-sekolah lain yang belum tersentuh program pusat ini,” ungkap Mudyat saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (21/12/2025).

​Sejauh ini, pelaksanaan distribusi makan siang bergizi tersebut masih terpusat di dua wilayah, yakni Kecamatan Penajam dan Kecamatan Sepaku. Kelancaran program di dua wilayah tersebut didukung oleh operasional empat Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

​Mudyat optimistis bahwa pada tahun 2025, kendala distribusi akan teratasi sehingga cakupan wilayah bisa meluas hingga ke empat kecamatan di PPU.

​”Target kami di tahun 2025 seluruh kecamatan sudah merasakan manfaatnya. Kami ingin progresnya bisa berjalan lebih cepat agar anak-anak kita segera mendapatkan asupan gizi yang layak,” tambahnya.

​Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kualitas makanan, Mudyat memastikan bahwa standar operasional prosedur (SOP) dijalankan dengan sangat ketat. Seluruh dapur MBG yang saat ini beroperasi telah melalui serangkaian pemeriksaan kelayakan.

​”Sejauh ini tidak ada kendala lapangan. Standar higienis dan kandungan gizi makanannya sudah kami pastikan terpenuhi. Seluruh dapur yang beroperasi dinyatakan layak,” tegasnya.

​Program yang menjadi bagian dari visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ini dinilai membawa dampak ganda (multiplier effect). Selain menyehatkan siswa, program ini secara langsung membantu stabilitas ekonomi keluarga.

​”Efeknya jelas menguntungkan. Anak-anak yang mungkin sebelumnya berangkat sekolah tanpa sarapan, sekarang mendapat asupan gizi gratis di sekolah. Uang jajan mereka jadi bisa dialihkan untuk keperluan penting lainnya, sehingga beban pengeluaran orang tua berkurang,” jelas Mudyat.

​Lebih lanjut, ia berharap dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi siswa, konsentrasi dan semangat belajar di kelas akan meningkat secara signifikan.

​”Kita bersama-sama menjaga dan mengawal agar pelaksanaan program ini berjalan lancar di PPU. Pemkab berkomitmen mengawal distribusi ini hingga benar-benar merata di seluruh pelosok wilayah,” pungkasnya. (Adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *