PENAJAM – Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pemetaan mendalam terhadap area-area yang paling berisiko tinggi mengalami bencana di Kabupaten PPU.
Kepala BPBD Kab PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, menyebut fokus utama BPBD kini beralih ke ancaman longsor di Talemau dan masalah banjir yang terus berulang di beberapa kelurahan. Menurut pemetaan BPBD, ancaman terbesar saat ini berada di Talemau.
“Yang paling kami atensi itu di Talemau karena di sana ada kelerengan sekitar 45 persen (derajat),” ungkap Sukadi Kuncoro (13/12/25).
Kemiringan lahan yang mencapai 45 derajat ini menempatkan Talemau dalam kategori risiko tinggi untuk tanah longsor, sehingga memerlukan perhatian ekstra.
Sementara itu, untuk masalah banjir, kawasan Babulu dinilai sudah relatif aman. Namun, perhatian intensif diberikan pada titik-titik yang sering tergenang air, yaitu Kelurahan Sepaku, Karang Jinawi, Bukit Subur, dan Riko RT 4.
Secara khusus, kasus banjir di Riko RT 4 disorot karena penyebabnya adalah pendangkalan sungai akibat penuhnya material.
“Sungai yang di Riko itu sudah penuh material,” katanya.
Menanggapi masalah ini, BPBD PPU telah mengambil langkah inisiatif dengan mengajukan permohonan solusi jangka panjang kepada Balai Wilayah Sungai (BWS).
“Kami juga sudah mengajukan ke BWS dan informasinya insyaallah tahun depan akan dilakukan normalisasi (pengerukan),” harapnya.
Jika normalisasi sungai berhasil dilakukan, masalah banjir tahunan yang menimpa Riko RT 4 diharapkan dapat teratasi. (Adv)







