PENAJAM – Rencana Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk menyalurkan bantuan mesin pompa air kepada petani mendapat tanggapan dari DPRD setempat. Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati, menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada ketersediaan sumber air.
Menurutnya, sebelum pengadaan dan distribusi alat dilakukan, pemerintah perlu memastikan bahwa lokasi penerima bantuan memang memiliki akses air yang memadai.
“Jangan sampai pompa sudah diberikan, tapi airnya tidak ada. Itu justru akan mubazir,” ujarnya pada Selasa (20/5/2025).
Ia menyebutkan bahwa selama ini sudah ada beberapa kasus di mana bantuan pompa air tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal karena kondisi lahan yang tidak memiliki pasokan air memadai. Hal ini, kata Sujiati, harus menjadi evaluasi bersama agar program pertanian benar-benar tepat sasaran.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi, termasuk Bendung Telake, yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air pertanian di wilayah PPU.
“Pengadaan alat harus sejalan dengan kesiapan infrastruktur pendukungnya. Kalau air belum tersedia, maka kita harus fokus dulu ke penyediaan sumbernya,” tegas Sujiati.
Ia berharap ke depan, kebijakan pengadaan sarana pertanian seperti pompa air dapat lebih disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar benar-benar memberikan manfaat bagi petani.







