Disdikpora PPU Tunda Perbaikan Drainase Tiga Sekolah karena Efisiensi Anggaran

BERITAKALTIMTERKINI.COM, Penajam – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunda rencana perbaikan drainase di tiga sekolah terdampak banjir akibat efisiensi anggaran tahun 2025.

Keputusan ini diambil menyusul keterbatasan dana yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) PPU.

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru menjelaskan bahwa tiga sekolah yang terdampak adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001 Penajam, SDN 025 Penajam, dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Penajam.

Ketiga sekolah ini terletak di Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, dan termasuk wilayah rawan banjir saat musim hujan.

“Untuk saat ini belum bisa dialokasikan karena anggaran kita minim dan terkena efisiensi. Kita terpaksa menunda perbaikan sampai tahun depan,” ujar Andi, Senin (02/6/2025).

Andi mengatakan, keputusan menunda proyek infrastruktur tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap prioritas penggunaan anggaran daerah. Menurutnya, saat ini pemerintah daerah tengah memfokuskan anggaran pada kegiatan prioritas lain yang lebih mendesak.

Sebagai antisipasi sementara, Disdikpora PPU telah meminta pihak sekolah untuk melakukan kerja bakti secara rutin guna membersihkan saluran drainase dari sampah dan endapan tanah. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko genangan air ketika terjadi hujan deras.

“Kami minta pihak sekolah membersihkan sudut-sudut drainase sebagai bentuk pencegahan sementara agar aktivitas belajar-mengajar tidak terlalu terganggu,” jelasnya.

Andi juga memastikan bahwa program perbaikan drainase di ketiga sekolah akan tetap masuk dalam daftar rencana kerja Disdikpora pada 2026.

Namun, pelaksanaan proyek tersebut tetap bergantung pada kondisi keuangan daerah dan persetujuan dalam APBD mendatang.

“Kami berkomitmen untuk mengajukan kembali anggaran perbaikan ini dalam APBD murni tahun depan. Mudah-mudahan realisasi bisa berjalan sesuai rencana,” tegas Andi.

Selain itu, ia berharap adanya peran aktif dari semua pihak, termasuk orang tua murid, untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan sekolah agar potensi banjir dapat diminimalkan selama masa penundaan perbaikan infrastruktur.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat penting demi menjaga kenyamanan proses pendidikan.(Adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *