PENAJAM — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk rutin membuat laporan barang hibah yang telah diterima dan digunakan.
Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran, Juzlizar Rakhman mengatakan, laporan tersebut sangat penting agar pemerintah tahu kondisi alat atau fasilitas wisata di lapangan.
“Setiap tiga bulan kami minta laporan dari Pokdarwis. Dari laporan itu, kami bisa tahu mana alat yang rusak, kurang, atau butuh diganti,” ujar Juzlizar.
Jika ditemukan ada kebutuhan, Disbudpar akan membantu mengajukan proposal bantuan, misalnya untuk perahu wisata atau perlengkapan lainnya, ke pemerintah provinsi atau anggota dewan.
“Kami bantu salurkan aspirasi mereka. Tahun 2026, kami harap ada bantuan yang lebih besar dari provinsi,” tambahnya.
Untuk memperkuat kerja sama, Disbudpar menggelar forum rembukantara Pokdarwis, pelaku usaha, dan pemerintah daerah usai acara PPUFEST 2025.
Forum ini menjadi ruang diskusi dan mencari solusi bersama untuk kemajuan pariwisata di PPU.







