Dinas Pertanian PPU Siapkan Demplot Paduka Raja untuk Genjot Produktivitas MT 3

PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah mempersiapkan strategi demonstrasi plot (demplot) program Paduka Raja atau Padi Panen Dua Kali Rakyat Sejahtera untuk mengantisipasi minimnya kegiatan tanam pada musim tanam ketiga (MT 3) tahun 2025.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan mengungkapkan bahwa MT 3 yang berlangsung pada Agustus hingga Oktober biasanya tidak diminati petani untuk melakukan kegiatan tanam. Kondisi ini menyebabkan banyak lahan yang dibiarkan terbengkalai atau tidak diolah.

“Biasanya petani enggan menanam pada MT 3 karena berbagai faktor, seperti risiko gagal panen akibat cuaca atau rendahnya keuntungan. Untuk itu, kami mengantisipasi dengan mempersiapkan demonstrasi plot (demplot) program Paduka Raja atau Padi Panen Dua Kali Rakyat Sejahtera,” jelas Gunawan, Senin (14/7/2025).

Gunawan menjelaskan, lokasi demplot Paduka Raja akan difokuskan di dua kecamatan yang memiliki potensi lahan sawah cukup besar, yakni Kecamatan Babulu dan Kecamatan Waru.

Kedua wilayah tersebut dinilai strategis untuk menjadi percontohan dalam penerapan sistem tanam berkelanjutan hingga tiga kali dalam setahun.

Menurut Gunawan, Paduka Raja merupakan metode intensifikasi pertanian yang bertujuan untuk memastikan lahan sawah dapat diproduktifkan dua kali panen dalam satu tahun.

Metode ini melibatkan penggunaan varietas unggul, manajemen air yang efisien, serta bimbingan teknis kepada petani agar mereka mampu mengelola lahan secara optimal.

“Indeks pertanaman kita saat ini baru mencapai 184. Padahal, pemerintah pusat telah menetapkan target IP sebesar 250. Itu berarti ada gap yang harus kita kejar, dan program Paduka Raja bisa menjadi solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas petani,” jelasnya.

Jika program demplot ini berhasil, lanjut Gunawan, maka pada tahun depan pihaknya akan mendorong implementasi skala luas setelah musim tanam kedua (MT 2) selesai. Sosialisasi dan pendampingan teknis kepada kelompok tani akan menjadi prioritas dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Dinas Pertanian juga akan berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta memanfaatkan kerja sama lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan budidaya melalui sistem Paduka Raja.

Gunawan menyebutkan bahwa inovasi ini bukan hanya bertujuan meningkatkan hasil produksi, tetapi juga sebagai upaya menyejahterakan petani lokal.

“Jika indeks pertanaman meningkat, maka produksi gabah kita otomatis naik. Ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan daerah, tapi juga akan meningkatkan pendapatan petani,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *