PENAJAM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskukmperindag) setempat untuk menindaklanjuti masalah pengelolaan sampah di kawasan pasar, khususnya yang dihasilkan oleh para pedagang.
Permintaan ini disampaikan menyusul masih banyaknya sampah organik dari aktivitas perdagangan yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima arahan dari DLH dan langsung merespons dengan menyusun edukasi terhadap pedagang.
Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memilah dan mengolah sampah pasar agar memiliki nilai ekonomis.
“Jangan sampai edukasi berhenti hanya pada sosialisasi. Kami ingin ada tindak lanjut yang konkret dan terus-menerus. Setiap hari pasar, kami sertakan edukasi sambil melakukan pemantauan harga,” ujar Marlina, Sabtu (19/7/2025).
Langkah ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya volume sampah yang dihasilkan para pedagang, terutama dari sisa sayuran dan ikan. Sampah tersebut selama ini hanya dibuang tanpa diolah, padahal memiliki potensi untuk dijadikan kompos atau bahan daur ulang yang bernilai.
Sebagai bagian dari edukasi, Diskukmperindag juga menunjukkan langsung kepada para pedagang produk pupuk kompos hasil olahan dari sampah organik. Kompos tersebut bahkan sudah dikemas dan dijual dengan harga pasar mencapai Rp 25.000 per kilogram.
Contoh ini diharapkan memberi gambaran nyata bahwa sampah pasar bisa dimanfaatkan secara produktif.
“Kami sudah tunjukkan produk jadi yang bisa digunakan untuk tanaman sayuran atau bunga pot. Harapannya pedagang sadar bahwa sisa-sisa ini tidak harus dibuang, melainkan bisa jadi peluang ekonomi,” jelas Marlina.
Program edukasi awal ini difokuskan pada Pasar Induk Penajam. Diskukmperindag mengambil sampel dari beberapa pedagang, khususnya dari komoditas yang dianggap menghasilkan sampah terbanyak, seperti sayuran dan ikan. Mereka menjadi percontohan dalam program ini.
Marlina menegaskan bahwa edukasi tidak hanya dilakukan sekali. Ke depan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan agar kebiasaan baru dalam pengolahan sampah benar-benar terbentuk. Kegiatan ini juga akan diperluas ke pasar-pasar lain di wilayah kabupaten, sesuai dengan arahan DLH.
“DLH menginginkan program ini menyentuh semua pasar, tidak hanya satu lokasi. Karena itu, kami siap memperluas cakupan dan terus bersinergi,” pungkasnya.







