Perumda Danum Taka Siap Kelola WTP Sepaku, Jangkau 13 Kelurahan dan Desa

PENAJAM – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Danum Taka siap mengemban amanah pengelolaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) Sepaku berkapasitas 50 liter per detik.

Hal ini menyusul pertemuan penting Bupati Penajam Paser Utara (PPU) dengan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), yang ditandai dengan penandatanganan serah terima pengelolaan WTP Sepaku.

Direktur Utama Perumda Danum Taka, Abdul Rasyid mengungkapkan bahwa penyerahan WTP ini merupakan langkah awal untuk melayani 13 kelurahan dan desa di Sepaku yang selama ini belum terjangkau layanan air bersih.

“Dengan serah terima WTP 50 ini, kami berharap bisa segera melayani masyarakat,” ujar Rasyid, Selasa (22/7/2025).

Namun, Rasyid mengakui adanya keterbatasan anggaran. Untuk memenuhi kebutuhan sambungan rumah (SR) di Sepaku, diperkirakan akan ada penambahan sekitar 6.000 SR. Jika berbicara tentang biaya meteran air, dana yang dibutuhkan sekitar Rp10 hingga 12 miliar.

“Tapi kalau untuk infrastruktur jaringan pipanya, kami masih menghitung,” tambahnya.

Mengingat keterbatasan anggaran dari pemerintah kabupaten, Perumda Danum Taka akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BPPW dan Otorita IKN. Diskusi mengenai kolaborasi ini telah dilakukan bersama Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Asisten I dan Kepala Balai yang baru.

“Ini merupakan program pusat membangun WTP, kemudian asetnya diserahkan ke Pemkab PPU untuk dikelola melalui PDAM,” jelas Rasyid.

Ia berharap dengan sinergi antara Pemkab, Perumda Danum Taka, BPPW Kementerian PUPR, dan Otorita IKN, masyarakat Sepaku dapat segera menikmati layanan air bersih.

Di luar Sepaku, Rasyid juga memberikan kabar mengenai kondisi WTP di Penajam.

“WTP Lawe-Lawe kita masih bagus,” katanya.

Tahun ini, Perumda Danum Taka juga berencana membangun WTP berkapasitas 10 liter per detik di Waru. Proses lelang untuk WTP Waru saat ini sedang berjalan di PUPR Kabupaten, mengingat pelaksana proyeknya adalah PU Kabupaten.

Terkait dengan WTP Sepaku, Rasyid menyampaikan bahwa fisik bangunan sudah selesai dan siap dioperasikan oleh tim Perumda Danum Taka di Sepaku. Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah ketiadaan jaringan pipa di 13 kelurahan dan desa yang belum terlayani.

“Air baku kita melimpah di sana, yang tidak ada itu jaringan,” tegasnya.

Untuk mengatasi hal ini, Perumda Danum Taka akan segera berdiskusi lebih lanjut dengan BPPW dan Otorita IKN untuk mencari solusi.

Sumber air untuk WTP Sepaku berasal dari Bendungan Sepaku Semoi dan memanfaatkan intake Sepaku.(Adv)

 

Penulis: Ayu

Penyunting: Muhammad Yusuf




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *