Diskominfo PPU akan Tinjau Lokasi dan Pertimbangkan Solusi Internet Berbasis Satelit di Kawasan Obyek Wisata Hutan Mangrove 

PENAJAM – Jangkauan tiang jaringan eksisting internet yang belum mencapai di area Obyek Wisata Hutan Mangrove, Kampung Baru, Kecamatan Penajam, menjadi problem tersendiri. Kondisi ini menghambat berbagai aktivitas, mulai dari promosi wisata digital, transaksi pembayaran nontunai, hingga komunikasi bagi wisatawan dan pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Penajam Paser Utara (PPU), Khairudin mengakui bahwa kendala seperti ini kerap menjadi tantangan di daerah terpencil.

“Nanti kita lihat dulu lokasinya, biasanya rata-rata tiangnya yang engga sampai ke situ, nah kalau tiangnya engga sampai, jadi persoalan itu,” jelas Khairudin, Selasa (29/7/2025).

Pihaknya segera meninjau lokasi dan mempertimbangkan solusi inovatif, termasuk penggunaan layanan internet berbasis satelit guna menunjang pengembangan potensi pariwisata di wilayah tersebut.

“Nah, kalau umpamanya kita bisa nyiasatin apakah memakai Starlink seperti itu, kita lihat kita cek dulu lokasinya.” tambahnya.

Pemilihan Starlink sebagai opsi awal bukan tanpa alasan. Layanan internet satelit yang dikembangkan oleh SpaceX ini dikenal mampu menyediakan konektivitas di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur terestrial tradisional.

Dengan demikian, diharapkan Starlink dapat menjadi solusi cepat dan efektif untuk menghadirkan jaringan internet yang stabil, tanpa perlu membangun tiang jaringan baru yang memakan waktu dan biaya besar.

Namun, realisasi penggunaan Starlink atau internet berbasis satelit lainnya sangat bergantung pada ketersediaan anggaran. Khairudin tidak menampik bahwa aspek finansial memegang peran dalam rencana ini.

“Ya kita lihat nanti kalau memang ada anggaran tersedia ya kita coba bagaimana kita menyesuaikan, makanya kita coba cek ada engga sinyal di situ,” tambahnya,

Saat ini, Diskominfo PPU masih dalam tahap perencanaan awal dan evaluasi komprehensif. Tim akan segera turun ke lapangan untuk melakukan survei mendalam terhadap kondisi geografis, potensi hambatan sinyal, serta kebutuhan riil akses internet di kawasan Obyek Wisata Hutan Mangrove. Data dari survei ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah strategis selanjutnya.

“Kami baru terima laporan, kita lakukan evaluasi, kroscek, kita lihat kondisinya seperti apa,” pungkas Khairudin.

Komitmen Diskominfo PPU ini diharapkan dapat segera membuka akses internet yang memadai di lokasi tersebut, sehingga potensi pariwisata yang dimiliki dapat berkembang optimal dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.(Adv)

 

Penulis: Ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *