Tempati Gedung Baru, BPBD PPU Masih Terkendala Tiadanya Gudang Logistik

PENAJAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini resmi menempati kantor baru yang jauh lebih representatif. Namun, di balik kebanggaan akan fasilitas ini, Kepala BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengungkapkan satu kendala besar yang hingga kini belum terselesaikan, yaitu ketiadaan gudang logistik milik sendiri. Kondisi ini memaksa BPBD PPU untuk terus mengalokasikan anggaran sewa gudang yang nilainya tak sedikit setiap tahunnya.

Kuncoro menjelaskan bahwa kepindahan ke gedung baru ini membawa semangat baru bagi timnya. Fasilitas kantor yang lebih baik dinilai sangat mendukung operasional sehari-hari dan meningkatkan moral para personel.

“Saat ini tidak ada kekurangan, kami biasa di gedung sederhana dulu, sekarang gedungnya sudah bagus, tinggal pasukan tim aja yang harus bekerja,” ujar Sukadi, menggambarkan kondisi kantor barunya yang jauh lebih memadai.

Namun, semangat baru ini terganjal oleh masalah lama yang terus menghantui. Sukadi menekankan bahwa meskipun gedung kantor sudah sangat layak, fasilitas penunjang yang paling krusial justru belum tersedia, yaitu gudang penyimpanan logistik.

Dia menjelaskan bahwa ketiadaan gudang logistik ini telah menjadi kendala operasional BPBD PPU selama bertahun-tahun. Untuk menyimpan berbagai perlengkapan dan bantuan kebencanaan, BPBD terpaksa harus menyewa gudang di luar.

“Tinggal bangunan gudang logistik yang belum ada, itu tidak dianggarkan,” kata Kuncoro, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya, pembangunan gudang adalah hal yang sangat penting karena setiap tahun pihaknya harus mengeluarkan biaya sewa yang besar. Ia menyebutkan, biaya sewa gudang mencapai sekitar Rp80 juta per tahun.

Lokasi gudang yang disewa berada di Jalan Provinsi KM 3, tepat di depan SMAN 1 Penajam, dan ini sudah berjalan selama kurang lebih lima tahun terakhir.

Biaya sewa yang dikeluarkan setiap tahunnya itu, menurut Kuncor, akan lebih efektif jika dialihkan untuk pembangunan gudang milik BPBD sendiri. Dengan memiliki gudang permanen, anggaran yang selama ini digunakan untuk sewa bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak, sekaligus memastikan ketersediaan tempat penyimpanan yang lebih aman dan terjamin untuk logistik bencana.

Kuncoro menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dapat menganggarkan pembangunan gudang logistik dalam APBD tahun berikutnya. Baginya, memiliki gudang sendiri bukan hanya soal efisiensi anggaran, melainkan juga bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Menurut saya gudang itu penting, kenapa? Karena kami kan harus sewa dengan harga 80 jutaan setahun,” tegasnya.

Ia berharap, di tengah fokus pemerintah pada pembangunan dan pemindahan ibu kota, kebutuhan vital seperti gudang logistik untuk BPBD PPU tidak luput dari perhatian. Solusi jangka panjang ini diharapkan dapat meningkatkan respons cepat BPBD dalam membantu masyarakat yang terkena musibah, tanpa harus terhambat oleh masalah logistik dan penyimpanan.(Adv)

 

Penulis: Ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *