PENAJAM – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Singkerru, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait ambruknya plafon di salah satu sekolah di Kecamatan Sepaku. Ia justru mendapatkan informasi mengenai insiden tersebut dari wartawan.
“Yang ambruk plafonnya itu saya belum ada mendapat laporan. Kami perintahkan kepada Pak Kabid untuk meninjau ke sana, karena saya dapat laporan ini justru dari wartawan,” kata Andi Singkerru, Senin (25/8/2025).
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus ambruknya plafon di sekolah-sekolah di Sepaku sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, plafon di SDN 013 Sepaku juga dilaporkan ambruk, dan pada 7 Agustus lalu, plafon di SDN 017 Sepaku mengalami hal serupa. Insiden ini menimbulkan keprihatinan, terutama karena bangunan yang rusak bisa membahayakan keselamatan para siswa.
Andi Singkerru menyampaikan rasa prihatinnya dan berjanji akan mengambil langkah cepat setelah timnya selesai melakukan peninjauan.
“Mudah-mudahan setelah ditinjau, inshaAllah kita akan sikapi,” ujarnya.
Ia mencontohkan penanganan yang dilakukan pada SDN 022 yang langsung dibangun kembali setelah mengalami kebakaran.
Andi menjelaskan bahwa beberapa sekolah di Sepaku, termasuk SDN 012, SDN 017, dan SDN 013, telah direnovasi melalui program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek renovasi yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT Cucu Wali Perkasa.
Menurut Andi, kerusakan pada bangunan-bangunan tersebut bisa disebabkan oleh usia yang sudah tua. Ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam merawat fasilitas yang ada. Andi mencontohkan SMP 1 dan SMP 9 yang bangunannya sudah tua namun tetap terawat dengan baik berkat perawatan rutin dari pihak sekolah.
“Memang pengalaman serupa sering terjadi karena bangunan sudah lama dan lapuk. Jadi, peran sekolah itu sangat penting untuk melakukan perawatan,” imbuhnya.
Andi juga menegaskan bahwa dinas pendidikan tidak dapat menganggarkan dana dua kali untuk proyek yang sama. Oleh karena itu, timnya selalu melakukan peninjauan untuk memastikan tidak ada tumpang tindih anggaran dengan proyek kementerian.
“Kita tidak boleh menganggarkan ganda. Makanya tim kita pasti meninjau,” tegasnya.
Meskipun renovasi sekolah-sekolah di Sepaku dilakukan oleh Kementerian PUPR, Andi Singkeru memastikan bahwa standar pengerjaannya sangat tinggi dan mengacu pada standar nasional. Ia menyebutkan bahwa prosesnya sangat panjang dan ketat, mulai dari peninjauan, penganggaran, pelelangan, hingga pengawasan.
“Kita tidak perlu meragukan yang dilakukan oleh kementerian, apalagi itu Kementerian PUPR, pasti standarnya standar nasional,” kata Andi.
Meskipun wilayah Sepaku berada di bawah tanggung jawab Ibu Kota Negara (IKN), Dinas Pendidikan PPU akan terus memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk pembangunan, pengadaan sarana, maupun pelatihan bagi para guru, sebagai persiapan menghadapi perpindahan IKN.(Adv)
Penulis: Ayu







