PENAJAM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah berupaya melestarikan budaya lokal dengan cara yang lebih menarik. Salah satu program yang didorong adalah pengenalan Senam Ronggeng di sekolah-sekolah.
Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief melalui Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU, Juzlizar Rahman, menjelaskan, Senam Ronggeng tidak sekadar olahraga, tetapi juga sarana edukasi untuk mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda.
“Kami ingin senam ini menjadi aktivitas menyenangkan sekaligus membangun kecintaan terhadap budaya lokal,” ujarnya.
Senam tradisional ini merupakan perpaduan gerakan khas seni lokal dengan irama musik, yang kini dikembangkan dalam dua versi: versi asli dan versi modern. Upaya ini dilakukan agar lebih mudah diterima anak muda dan masyarakat luas.
Meski sudah disosialisasikan ke sejumlah sekolah, Juzlizar mengakui pelaksanaannya belum berjalan rutin karena belum masuk ke program resmi sekolah.
“Kami akan terus mendorong agar ini bisa diterapkan, baik di sekolah maupun masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, Disbudpar berencana menjadikan Senam Ronggeng sebagai agenda rutin, serta mengajak sekolah dan komunitas budaya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian budaya yang terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari







