PPU Merdeka Fest: Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah Daerah untuk Rakyat

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama pemuda menggelar acara besar “PPU Merdeka Fest” selama 17 hari penuh. Kegiatan ini merupakan inisiatif murni dari Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) PPU Yogyakarta, didukung penuh oleh Hipmi PPU, Ekraf, dan Sang Askarya

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nicko Herlambang, menyatakan pemerintah daerah sangat mendukung penuh kegiatan ini.

“Prinsipnya, kami di pemerintah daerah hanya memberikan dukungan tempat dan memfasilitasi kebutuhan mereka agar bisa berkreasi dan memberikan hiburan bagi masyarakat luas,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).

Menurut Nicko, PPU Merdeka Fest melibatkan sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

“Akan ada tenan tenan dari duta UMKM dan juga UMKM lokal yang kita libatkan,” jelasnya.

Pembukaan acara berlangsung meriah pada tanggal 30 Agustus, menampilkan Sanggar Karya yang memberikan hiburan tarian masif.

“Ada sekitar 100 penampil yang tampil sebagai kegiatan pembuka. Ini menjadi bukti bahwa pemuda PPU memiliki potensi besar untuk berkarya,” tambahnya.

Berlangsung mulai 28 Agustus hingga 13 September 2025. Setiap harinya, PPU Merdeka Fest akan menampilkan beragam kegiatan, mulai dari lomba tari, lomba menyanyi, hingga penampilan seni dari seniman lokal.

Salah satu acara unggulan yang akan diselenggarakan adalah Night Run yang berkolaborasi dengan komunitas lari Seventfest.

“Ini akan menjadi Night Run pertama yang diadakan di PPU, tepatnya di acara Merdeka Fest,” kata Nicko.

Kegiatan ini berawal dari Festival Benuo Taka, sebuah festival kesenian yang diselenggarakan oleh mahasiswa PPU di Yogyakarta pada 15 Agustus lalu.

“Setelah acara itu selesai, mahasiswa PPU yang kuliah di Jogja ingin membawa semangat festival tersebut ke sini, makanya muncullah ide Merdeka Fest,” jelasnya.

Salah satu penanggung jawab kegiatan dari mahasiswa IKPM Yogyakarta, menyebutkan bahwa PPU Merdeka Fest akan menghadirkan pasar malam sebagai daya tarik utama. Selain itu, ada juga lomba-lomba khas 17-an seperti lomba tari dan menyanyi.

“Kami mencoba menghadirkan acara yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Motivasi kami adalah agar IKPM PPU di luar daerah juga bisa mengambil peran dan menunjukkan kontribusinya kepada daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa acara ini sepenuhnya didanai oleh inisiatif pemuda, dengan pemerintah membantu dalam urusan perizinan.

Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini bisa merangsang anak muda lainnya untuk berkreasi dan membuktikan bahwa acara besar tidak harus sepenuhnya dijalankan oleh pemerintah.

“Ini adalah event yang benar-benar berasal dari masyarakat, dimulai dan diselesaikan oleh anak-anak muda kita yang hebat,” pungkas Nicko.(Adv)

 

Penulis: Ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *