PENAJAM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara melaksanakan tugas pengamanan kegiatan Penutupan Festival Belian Adat Paser Nondoi 2025, yang digelar dari Rumah Adat Rekan Tatau hingga Sungai Sesumpu.
Kegiatan adat tahunan ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat suku Paser atas limpahan hasil bumi dan laut yang melimpah, serta wujud doa agar terhindar dari segala bentuk gangguan di lingkungan masyarakat sekitar.
Prosesi puncak penutupan ditandai dengan ritual larung “jakit” di Sungai Sesumpu, yang memiliki makna mendalam sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta atas rezeki yang telah diberikan.
Ritual Larung Jakit juga dipercaya oleh masyarakat Paser sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan dari hal-hal negatif serta sebagai doa untuk keselamatan seluruh masyarakat.

Untuk mendukung kelancaran prosesi adat tersebut, Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara menurunkan personel pengamanan di beberapa titik, mulai dari Rumah Adat Rekan Tatau hingga area Sungai Sesumpu, tempat prosesi pelarungan berlangsung.
Petugas pengamanan diterjunkan untuk mengatur arus kendaraan, menjaga ketertiban penonton, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan khidmat.
Kehadiran Satpol PP di lapangan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Penajam Paser Utara, Bagenda Ali, menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Satpol PP dalam mendukung kegiatan adat dan kebudayaan daerah yang memiliki nilai luhur.
“Kami menurunkan personel di beberapa titik strategis untuk memastikan prosesi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan adat seperti Belian Nondoi ini tidak hanya tradisi budaya, tetapi juga menjadi identitas daerah yang harus kita jaga bersama,” ujar Kasatpol PP
Dia juga menambahkan bahwa Satpol PP tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam menciptakan suasana yang kondusif agar masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
“Kami berupaya hadir secara humanis, mendukung penuh setiap kegiatan masyarakat, khususnya yang membawa nilai positif bagi pelestarian adat dan kerukunan,” tambahnya.
Festival Belian Nondoi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, baik dari segi penyelenggaraan, antusiasme masyarakat, maupun dukungan berbagai paguyuban dan komunitas adat di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan budaya Paser sebagai warisan leluhur yang penuh makna.
Satpol PP PPU turut berbangga dapat berperan aktif dalam pengamanan kegiatan yang sarat nilai budaya dan spiritual ini. Dengan kolaborasi lintas instansi dan masyarakat, diharapkan tradisi Belian Nondoi dapat terus lestari dan menjadi daya tarik budaya yang memperkuat jati diri daerah.
Melalui pengamanan yang aman, tertib, dan humanis, Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat yang mengangkat nilai budaya, persatuan, dan kebersamaan.(adv)







