PENAJAM – Warga di tiga kelurahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yaitu Jenebora, Gersik, dan Pantai Lango, kini bisa bernapas lega. Posko Pemadam Kebakaran (Damkar) baru yang berlokasi di Jenebora telah resmi beroperasi, menjamin waktu respons yang lebih cepat saat terjadi keadaan darurat.
Posko ini menjadi solusi atas keluhan warga yang selama ini harus menunggu bantuan dari Posko Damkar di Sotek atau Maridan yang jaraknya cukup jauh, membuat waktu tanggap sangat terpengaruh.
Lurah Jenebora, Heru Susanto, menyampaikan bahwa Posko Damkar di Jenebora ini bertujuan utama untuk meningkatkan kecepatan respons dan pelayanan kepada masyarakat di tiga kelurahan tersebut.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada Damkar. Respon warga sangat antusias, sudah tidak ragu, tidak waswas. Karena dulu jika ada kebakaran atau ada binatang buas, susah, jauh kita meminta bantuan dari Sotek sama Maridan. Sementara jarak sangat jauh,” ujar Heru Susanto, Senin (29/9/2025).
Menurut Heru, kehadiran posko ini sudah langsung dirasakan manfaatnya. Pihak Damkar sudah dua kali dipanggil warga untuk menangani binatang buas yang masuk rumah dan juga membantu penebangan pohon yang dianggap membahayakan.
“Setelah peresmian itu, sudah bekerja pihak Damkarnya dan sudah bermanfaat untuk masyarakat Jenebora,” tambahnya.
Posko yang berlokasi di eks kantor Kelurahan Pembantu Jenebora ini sudah menunjukkan manfaatnya. Heru mengungkapkan bahwa pihak Damkar sudah dua kali dipanggil warga untuk menangani binatang buas di rumah warga dan juga membantu penebangan pohon yang membahayakan.
“Setelah peresmian itu sudah bekerja pihak Damkarnya dan sudah bermanfaat untuk masyarakat Jenebora,” tambahnya.
Posko ini diperkuat dengan fasilitas dan personel yang memadai. Saat ini, posko Damkar di Jenebora dilengkapi dengan 8 personel yang terbagi dalam dua regu. Menariknya, seluruh petugas tersebut adalah CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil).
Sementara itu, untuk armada, mobil pemadam sudah difasilitasi sebanyak 3 unit. Posko ini sendiri dilengkapi dengan dua unit mobil pemadam—salah satunya adalah unit tangki air jenis Kajama Brandweer—serta satu unit motor KLX.
Selain petugas resmi, pihak Kelurahan juga tengah berupaya melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Saat ini, sedang disusun rencana untuk pelatihan relawan pemadam kebakaran yang melibatkan tiga kelurahan.
“Kita sedang menyusun untuk pelatihan relawan kelurahan Jenebora, Pantai Lango, dan Gersik. Ada 55 relawan. Jadi, nanti kita bermohon kepada Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan pelatihan relawan itu,” jelas Heru.
Pelatihan ini masih dalam tahap perencanaan anggaran, namun Heru berharap dapat segera terlaksana dalam waktu dekat.
Heru Susanto berharap fasilitas Damkar yang sudah ada dapat dimanfaatkan dan bekerja dengan baik, serta warga di sekitar dapat terus mendukung keberadaan posko ini.
“Harapan saya, pemadam yang ada bisa dimanfaatkan, bekerja dengan baik, dan warga di situ bisa mendukung adanya Damkar di sekitar kita sekarang,” tutupnya.
Lebih lanjut, ia juga melihat potensi bahwa para relawan yang aktif bisa memiliki kesempatan untuk menjadi tenaga honorer di pemadam kebakaran, yang sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.(Adv)
Penulis: Ayu







