Puluhan Sekolah di PPU Direhabilitasi, Sebagian Proyek Masih Tahap Awal

PENAJAM – Puluhan sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tahun ini mendapat sentuhan rehabilitasi gedung, baik melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana pendidikan di daerah.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Sulaiman, menyampaikan bahwa dari total kegiatan rehabilitasi, sebagian masih dalam tahap awal pengerjaan. Dari APBD, kata dia, tercatat ada 11 kegiatan, sedangkan dari APBN tercatat sebanyak 33 sekolah menjadi penerima bantuan.

“Rinciannya dari APBD ada sekitar 11 kegiatan, ditambah bantuan dari APBN sekitar 33 sekolah. Namun tidak semuanya langsung berjalan, beberapa masih menunggu transfer anggaran dari pusat,” jelasnya, Selasa (30/9/2025).

Menurut Sulaiman, ruang lingkup rehabilitasi cukup beragam, mulai dari perbaikan ruang kelas belajar, pembangunan perpustakaan, kantor baru, pagar sekolah, toilet, hingga ruang penunjang lain. Sebagian besar lokasi pengerjaan berada di wilayah Kecamatan Penajam, namun ada pula yang berada di Kecamatan Babulu.

Untuk kegiatan yang dibiayai APBD, lanjut dia, beberapa sekolah sudah memasuki tahap konstruksi. Di antaranya SD Negeri 09 Petung, SMP Negeri 9 Tanjung, SD Negeri 03 Penajam, dan SMP Negeri 5 Penajam. “Anggaran keseluruhan untuk sub kegiatan APBD ini lebih dari Rp9 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu, dari bantuan rehabilitasi bersumber APBN, progresnya tergantung pencairan dana dari pemerintah pusat. Hingga saat ini, baru tiga sekolah yang mulai melaksanakan pekerjaan, yaitu SD Negeri 05 Babulu, SD Negeri 019 Penajam, dan SD Muhammadiyah Penajam.

“Pengerjaannya pun baru sekitar 10 persen. Fokusnya pada pembangunan toilet dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dengan nilai anggaran sekitar Rp145 juta,” tambahnya.

Ia menegaskan, Disdikpora PPU terus berupaya memperkuat infrastruktur sekolah di seluruh kecamatan. Sebagian sekolah sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai, namun sebagian lain masih membutuhkan peningkatan. Menurutnya, perbaikan fasilitas pendidikan ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah agar kualitas belajar-mengajar semakin baik.

“Kalau dari sisi kelayakan, memang sebagian sekolah sudah cukup representatif, tetapi ada pula yang kondisinya harus segera ditingkatkan. Itulah yang kita dorong melalui program rehabilitasi baik dari APBD maupun APBN,” tutur Sulaiman.

Dengan program ini, Pemkab PPU berharap standar layanan pendidikan bisa lebih merata, serta memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru dalam melaksanakan proses belajar di sekolah.(Adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *