2.236 Kontingen Pelajar Siap Bertarung, POPDA Kaltim XVII di PPU Resmi Dibuka Sore Ini

PENAJAM – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2025 dijadwalkan resmi dibuka pada Kamis, 20 November 2025, pukul 15.00 WITA. Kegiatan yang berlangsung di PPU ini melibatkan ribuan atlet dari 10 kabupaten/kota dan akan menjadi ajang pembuktian prestasi selama satu minggu penuh, mulai 20 hingga 27 November 2025.

​Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, Andi Singkerru, menjelaskan bahwa jadwal pertandingan telah disesuaikan agar pelaksanaan berjalan lancar.

​”Hanya memang ada yang sudah melaksanakan pertandingan supaya betul-betul venue yang kita sediakan itu bisa terpenuhi semua,” jelas Andi Singkerru.

Merujuk pada beberapa cabang olahraga yang harus dimulai lebih awal untuk efisiensi waktu.

​POPDA XVII Kaltim kali ini diikuti oleh total 2.236 peserta (kontingen) yang mewakili seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kaltim. Jumlah kontingen yang berpartisipasi menunjukkan besarnya antusiasme pelajar terhadap ajang ini.

​Kontingen terbesar datang dari Samarinda (348 peserta), disusul Balikpapan (322 peserta), dan Paser (291 peserta). Sementara itu, PPU sebagai tuan rumah menurunkan 286 kontingen. Daerah lain yang berpartisipasi adalah Kukar (274), Bontang (254), Kutim (193), Berau (159), Kutai Barat (70), dan Mahakam Ulu (57 kontingen).

​Andi Singkerru menegaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan POPDA ini sangatlah penting dan strategis bagi masa depan olahraga daerah.

​Pertama, POPDA bertujuan untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga serta fokus pada pengembangan bakat atlet dan sumber daya manusia di bidang olahraga. Kedua, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di antara pelajar yang menjadi peserta dari berbagai daerah.

​”Tujuan POPDA ini untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga, fokus pada pengembangan atlet-atlet dan sumber daya manusia di bidang olahraga, kemudian meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di antara pelajar yang menjadi peserta,” tuturnya.

​Terakhir, POPDA menjadi ajang evaluasi terhadap hasil pembinaan prestasi olahraga pelajar yang telah berjalan di masing-masing kabupaten/kota.

​Terkait dukungan logistik, Andi Singkerru menjelaskan adanya batasan dalam penyediaan akomodasi dan konsumsi dari pihak provinsi.

​”Akomodasi dan konsumsi yang ditanggung oleh provinsi cuma 100 orang,” ungkapnya.

Batasan ini berarti jumlah sisanya harus ditanggung oleh kabupaten dan kota masing-masing, terutama bagi kontingen yang membawa peserta lebih dari kuota yang ditetapkan provinsi. (Adv)

 

Penulis : ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *