PENAJAM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tidak hanya dilihat sebagai upaya pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai momentum strategis untuk membangun karakter dan menanamkan kebiasaan higienis pada siswa.
Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG PPU, Tohar, secara khusus menyoroti aspek kebersihan dan etika makan sebagai bagian integral dari keberhasilan program ini.
Tohar menjelaskan bahwa kunjungannya ke lapangan menunjukkan adanya celah dalam kebiasaan penerima manfaat, terutama terkait peralatan makan. Ia mencatat bahwa kemasan makanan yang didistribusikan seringkali tidak menyertakan sendok, sebuah detail yang memicu imbauan serius kepada seluruh pihak sekolah dan wali murid.
Menurut Tohar, manfaat MBG melampaui sekadar pemberian makanan program ini harus berfungsi sebagai alat untuk mendidik kedisiplinan dan budaya kebersihan anak-anak. Ia mengakui bahwa lupa membawa peralatan makan adalah hal yang sering terjadi pada anak-anak.
”Anak-anak mungkin lupa, itu biasa. Tapi harus dibiasakan. Kebersihan sekolah juga harus jadi budaya,” tegas Tohar (28/11/25).
Menyikapi hal ini, Tohar meminta tenaga pendidik (guru) dan orang tua untuk menjalankan peran yang lebih aktif dan sinergis. Caranya adalah dengan memberikan dukungan penuh dan mengingatkan siswa secara berkala agar selalu membawa peralatan makan pribadi seperti sendok dan garpu setiap hari saat mereka menerima jatah makanan di sekolah.
Langkah ini dirancang untuk mencapai dua tujuan utama pertama, meningkatkan tanggung jawab pribadi siswa terhadap kebersihan alat makan mereka dan kedua, mengurangi ketergantungan pada penggunaan alat makan sekali pakai, yang juga sejalan dengan upaya lingkungan.
Tohar menegaskan bahwa partisipasi aktif dari lingkungan sekolah dan keluarga sangat penting dalam menyukseskan program ini.
“Pemerintah daerah merasa bertanggung jawab untuk memastikan anak-anak daerah mendapatkan layanan terbaik, baik dari segi gizi maupun pembentukan karakter,” tutupnya. (Adv)
Penulis : ayu







