“Kampung Nelayan Merah Putih” PPU Usung Konsep Terpadu, Janjikan Fasilitas Lengkap dari Hulu ke Hilir

PENAJAM – Rencana pembangunan “Kampung Nelayan Merah Putih” yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ke KKP dirancang berdasarkan konsep kawasan terpadu yang sangat komprehensif. Konsep ini bertujuan untuk mentransformasi lokasi tersebut menjadi pusat kegiatan nelayan yang terintegrasi, mencakup seluruh siklus bisnis perikanan, mulai dari tahap persiapan melaut hingga proses pengolahan hasil tangkapan.

​Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan PPU, Rozihan Asward, menjelaskan bahwa model pengembangan ini pada dasarnya serupa dengan proyek Desa Nelayan Modern yang telah diterapkan di daerah lain. Namun, proyek di PPU ini membawa inovasi dan penambahan fasilitas spesifik yang menjadi ciri khas dan keunggulannya.

​”Modelnya sama seperti Kampung Nelayan Modern yang telah diterapkan sebelumnya. Bedanya, di Kampung Nelayan Merah Putih ini akan dilengkapi dengan fasilitas tambahan berupa Koperasi Merah Putih,” ungkap Rozihan (6/12/25).

​Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas penunjang yang esensial telah tercakup dan dirincikan dalam proposal yang diajukan. Komponen utama dari paket pengembangan kawasan ini termasuk keberadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang modern, yang akan berfungsi sebagai pusat transaksi dan distribusi utama.

​Rozihan menambahkan bahwa kawasan ini akan menjadi pusat kegiatan yang terintegrasi penuh atau “triangulasi.” Semua kebutuhan operasional dan ekonomi nelayan akan tersedia dalam satu area, meliputi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPDN) untuk mempermudah akses bahan bakar, unit koperasi sebagai pusat logistik dan penjualan, sentra kuliner untuk pemasaran produk olahan, hingga fasilitas pengolahan hasil laut untuk peningkatan nilai tambah produk perikanan.

​”Itu sama dengan rencana Kampung Nelayan Merah Putih. Itu triangulasi semuanya di situ ada SPDN, koperasi, proses kuliner, sampai pengolahannya,” tutup Rozihan.

Adanya sentra terpadu ini diharapkan dapat memangkas rantai distribusi, mempermudah akses nelayan terhadap sarana produksi, dan secara keseluruhan meningkatkan efisiensi dan pendapatan mereka. (Adv)

Penulis : ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *