PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah bergerak cepat dengan mengajukan proposal pembangunan proyek strategis “Kampung Nelayan Merah Putih” kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Langkah inisiatif ini diambil sebagai upaya nyata Pemkab PPU untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah pusat, terutama dalam hal penyelarasan program pembangunan infrastruktur perikanan dengan penyesuaian anggaran daerah.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan PPU, Rozihan Asward, mengonfirmasi bahwa dokumen usulan proyek pembangunan kawasan pesisir tersebut telah diterima dan kini masih dalam tahap pengkajian intensif di tingkat kementerian.
”Proposal tersebut saat ini sedang dalam proses pembahasan di tingkat kementerian. Kami terus berkoordinasi,” ujar Rozihan (6/12/25).
Pemkab PPU sangat berharap rencana ambisius ini dapat disetujui dan dibiayai penuh oleh KKP, sehingga realisasi pembangunan fasilitas perikanan terpadu dapat segera dimulai.
Menurutnya, implementasi program ini memiliki peran strategis dan vital dalam mendorong percepatan aktivitas ekonomi pesisir serta secara signifikan mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah PPU.
Langkah pengajuan proposal ke pusat ini dianggap penting mengingat adanya kebutuhan daerah untuk menyesuaikan dan menyeimbangkan anggaran pembangunan.
Rozihan menjelaskan bahwa banyak program infrastruktur yang perlu didanai dan oleh karena itu harus disinkronkan melalui pengajuan usulan kepada KKP agar pembangunan dapat berjalan merata.
Dari total delapan titik potensial kawasan nelayan yang sebelumnya telah diidentifikasi dan dipetakan oleh Pemkab PPU, Dinas Kelautan dan Perikanan PPU memutuskan untuk memprioritaskan pengajuan di dua lokasi terlebih dahulu pada tahun ini.
Kedua titik awal tersebut adalah kawasan Api-Api dan Longpond SDR, yang dinilai paling siap dan memiliki potensi dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar. (Adv)
Penulis : ayu







