Ket. Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.
Samarinda — Rencana pemerintah pusat memasukkan pendidikan lingkungan dalam kurikulum sekolah dianggap menjadi peluang penting bagi Kalimantan Timur yang masih berhadapan dengan persoalan ekologis serius.
DPRD Kaltim menilai daerah tidak boleh hanya mengikuti aturan pusat tanpa menyesuaikan dengan karakter lingkungan yang dimiliki.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menyebut bahwa persoalan lingkungan di Kaltim jauh lebih kompleks dibanding banyak daerah lain.
“Di sini tekanan terhadap hutan dan sumber daya alam sangat besar, jadi pembelajaran lingkungan harus relevan dengan kondisi lokal,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Ia menilai selama ini sebagian besar sekolah hanya mengenalkan materi lingkungan sebatas teori, padahal Kaltim menghadapi resiko bencana yang langsung terlihat dari aktivitas pertambangan, deforestasi, dan kerusakan DAS.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah menyiapkan model pembelajaran yang memberikan pengalaman praktis kepada siswa.
“Pelajar Kaltim itu tumbuh di wilayah yang penuh aktivitas ekstraksi alam, jadi pembelajarannya harus menyentuh realita di sekitar mereka,” lanjut politisi PKB tersebut.
Damayanti juga menilai pendidikan lingkungan yang kuat akan menjadi fondasi kesadaran ekologis masyarakat pada masa mendatang, terlebih Kaltim akan menjadi pusat pemerintahan nasional sehingga memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menjaga ruang hidup.
Ia berharap Pemprov Kaltim bergerak lebih cepat menyiapkan turunan kebijakan, termasuk menyiapkan pelatihan untuk guru serta integrasi kegiatan lingkungan di sekolah.
“Daerah harus mampu menerjemahkan kebijakan nasional menjadi kurikulum yang sesuai dengan tantangan ekologis Kaltim,” tutup Damayanti. (Adv/DprdKaltim)







