Samarinda — Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat menjadi fokus Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono.
Ia menilai berbagai kebutuhan dasar warga, mulai dari pupuk untuk petani hingga layanan kesehatan perlu dipenuhi secara beriringan agar dampaknya bisa dirasakan secara menyeluruh.
Sapto menyebut persoalan pupuk masih menjadi salah satu titik lemah yang terus diadukan warga ketika dirinya turun ke lapangan.
Menurutnya, kelangkaan dan keterbatasan pasokan berdampak langsung pada produktivitas petani sehingga harus menjadi prioritas dalam penyusunan program tahun 2026.
“Kita tidak bisa bicara peningkatan sektor pertanian kalau pupuknya saja sulit didapat,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Ia juga menggarisbawahi bahwa persoalan pertanian tidak berhenti pada ketersediaan pupuk. Infrastruktur dasar, khususnya jalan menuju area pertanian menurutnya masih jauh dari ideal.
Kondisi akses yang belum layak membuat petani kesulitan mendistribusikan hasil panen dan harus menanggung biaya transportasi lebih tinggi.
“Jalan yang belum memadai membuat mobilitas petani terhambat,” jelasnya.
Tak hanya sektor pertanian, Sapto turut menyinggung kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih merata.
Ia menerima laporan dari lima RT yang belum memiliki ambulans dan menganggap hal ini perlu disikapi serius, terutama untuk mendukung penanganan keadaan darurat di tingkat permukiman. Pengadaan ambulans, kata dia, bisa dimasukkan dalam program aspirasi apabila persyaratan administratif terpenuhi.
“Selama administrasi lengkap, pengadaan ambulans dapat kami masukkan ke dalam program pokok pikiran tahun 2026,” tegasnya. (Adv/DprdKaltim)







