Aksi Solidaritas 7 Hari: Aliansi Mahasiswa PPU Serahkan Bantuan Rp30 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh

PENAJAM – Aliansi Pemuda dan Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan donasi kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Bupati PPU, Mudyat Noor, di depan Kantor Bupati Kabupaten PPU.

​Koordinator Aliansi, Ega Rahmadhani, menjelaskan bahwa kegiatan solidaritas ini melibatkan berbagai organisasi mahasiswa, pemuda, dan kelompok masyarakat di PPU.

​”Kami tergabung dari beberapa organisasi, yakni GMNI, KAHMI, HMI, FKMK PPU Balikpapan, Pramuka SMA 5 PPU, dan KSPI. Kami mulai galang dana sejak 1 sampai 7 Desember, tepat tujuh hari,” terang Ega (10/12/25).

​Hasil dari penggalangan dana selama satu minggu tersebut sungguh luar biasa. Ega menyebut total donasi yang terkumpul mencapai hampir Rp30 juta.

​”Bantuan yang terkumpul mencapai hampir Rp30 juta, terdiri atas uang tunai sebesar Rp28 juta lebih, serta berbagai kebutuhan logistik,” katanya.

​Logistik yang terkumpul pun tidak sedikit. Bantuan barang tersebut diangkut menggunakan satu unit truk pemadam kebakaran hingga penuh. Isinya meliputi pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, peralatan mandi, dan berbagai kebutuhan konsumsi harian.

​”Kalau total dengan logistik, mungkin hampir Rp30 juta. Truk pemadam kebakaran yang mengangkut logistik itu penuh,” tambahnya.

​Ega menjelaskan bahwa selama tujuh hari penggalangan dana, para relawan memilih titik utama di depan Kelurahan Petung. Ia secara khusus menyampaikan penghargaan atas dukungan penuh dari Lurah Petung, Ahmad Fitriadi.

​”Kami mendapatkan fasilitas tenda dan konsumsi. Semua tersedia,” ungkap Ega.

​Sebagai penutup, Aliansi menyampaikan harapannya agar seluruh bantuan yang sudah diserahkan kepada Pemkab PPU dapat sampai ke tujuan dengan baik dan bermanfaat bagi para korban bencana.

​”Harapan kami, bantuan ini bisa sampai dengan baik dan berguna bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Kami ingin menunjukkan bahwa mereka tidak berjuang sendiri,” pungkas Ega.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *