PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini menerapkan sistem penghargaan berbasis kinerja untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyatakan bahwa desa yang berhasil menunjukkan tata kelola terbaik akan menerima dukungan anggaran tambahan.
Mudyat Noor mengungkapkan bahwa tujuannya adalah agar setiap rupiah anggaran yang digulirkan dapat memberikan dampak yang maksimal dan terukur bagi masyarakat.
”Desa yang mampu mengelola anggaran dengan baik dan memberikan dampak nyata akan kita beri penghargaan melalui skema insentif ADD. Ini juga untuk memotivasi desa lain meningkatkan kinerjanya,” kata Mudyat Noor (10/12/25).
Ia menegaskan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan kinerja adalah kunci utama dalam pengelolaan dana desa di PPU. Beliau berharap desa-desa di wilayahnya dapat menjadi contoh praktik terbaik dalam manajemen anggaran yang efektif.
Meskipun besaran DD dan ADD yang diterima PPU termasuk yang tertinggi di Kalimantan Timur disebabkan oleh jumlah desa yang hanya 30 dana yang besar ini juga merupakan ujian tanggung jawab.
Menurut Mudyat Noor, dana yang melimpah harus diterjemahkan menjadi dampak pembangunan yang besar. Oleh karena itu, selain skema insentif, Pemerintah Kabupaten juga akan memperkuat pendampingan teknis melalui peran aktif pendamping desa, Inspektorat, dan berbagai perangkat daerah terkait.
Selain itu, pemanfaatan dana harus diarahkan pada kebutuhan vital masyarakat, seperti Penerangan Jalan Umum (PJU), penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas lingkungan, serta pemberdayaan sektor ekonomi. (Adv)
Penulis : ayu







