PENAJAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan kesiapan penuh menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, yang diprediksi meningkat selama periode akhir tahun hingga awal tahun depan.
Kepala BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, menyatakan bahwa semua persiapan telah difinalisasi, mulai dari personel hingga peralatan darurat.
”Persiapan kesiapsiagaan dari kami BPBD terkait Hidrometeorologi kami otomatis menyiapkan peralatan. Kami juga buka posko yang intinya peralatan siap, anggota siap,” tegas Sukadi Kuncoro (13/12/25).
Posko yang didirikan BPBD berfungsi sebagai pusat komando terpadu untuk mengkoordinasikan respons cepat. Kesiapsiagaan ini diperkuat dengan adanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).
Kerja sama ini penting untuk memastikan penanganan bencana berjalan mulus, mulai dari evakuasi hingga perbaikan infrastruktur.
Mengenai perlengkapan darurat, BPBD PPU telah menyiapkan armada yang memadai. Salah satu yang paling vital adalah enam unit perahu karet (Polytelin). Perahu-perahu ini tidak disimpan di kantor pusat, melainkan telah didistribusikan ke area yang terindikasi rawan.
”Kami punya enam Polytelin dan ada yang kami tinggal di Kelurahan Sepaku dan di Karang Jinawi. Kemarin ada potensi banjir, jadi kami tinggal di sana,” jelasnya.
Penempatan peralatan di lokasi rawan ini bertujuan mempercepat waktu respons tim di lapangan jika terjadi banjir mendadak.
Sukadi Kuncoro menambahkan bahwa berdasarkan perkiraan BMKG, curah hujan tinggi diprediksi terjadi pada akhir dan awal tahun.
Namun, ia optimis masalah akan terminimalisir jika intensitas hujan tidak bertepatan dengan jam pasang air tinggi. Posisi ketinggian PPU rata-rata yang berada di 2,8 (meter) juga menjadi pertimbangan dalam mitigasi. (Adv)







