Makmur HAPK Soroti Dampak Nyata Perluasan Listrik Pelosok, Tekankan Pentingnya Pemerataan Layanan Dasar

Samarinda — Pemerataan akses listrik di kawasan terpencil kembali menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kalimantan Timur. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Makmur HAPK, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah pemerintah pusat yang terus memperluas jaringan listrik hingga wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Ia menilai kebijakan tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di daerah.

Makmur menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur listrik bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, mulai dari perencanaan teknis, kesiapan anggaran, hingga kemampuan menjangkau medan ekstrem. Meski demikian, ia menilai upaya pemerintah pusat tetap konsisten.

“Sebagai contoh, di daerah saya kini listrik sudah dapat masuk hingga desa-desa yang sebelumnya sulit dijangkau,” ungkapnya, Selasa (2/12/2025).

Menurutnya, kebijakan ini berjalan seiring dengan Program Listrik Desa (Lisdes) yang digerakkan Kementerian ESDM melalui PT PLN (Persero). Program tersebut memprioritaskan wilayah 3T, termasuk penyediaan PLTS komunal bagi desa yang belum bisa terhubung dengan jaringan listrik konvensional.

Ia juga menyinggung keberadaan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sebagai dukungan bagi keluarga kurang mampu.

Makmur menekankan bahwa proyek listrik pedesaan tidak dapat dilihat dari sisi keuntungan ekonomi semata. Di beberapa titik, kata dia, petugas harus menempuh perjalanan jauh untuk melayani jumlah rumah yang sangat sedikit.

“Jaraknya sekitar 30 kilometer, tetapi hanya untuk melayani sekitar 50 rumah. Namun pemerintah tetap menjalankannya karena ini merupakan bagian dari pelayanan dasar,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa hadirnya listrik memberikan efek besar bagi masyarakat, terutama di sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif, penggunaan perangkat teknologi dapat berjalan optimal, dan sekolah dapat mengembangkan pembelajaran digital.

Meski begitu, Makmur mengakui bahwa beberapa daerah masih mengalami pasokan listrik tidak stabil, sehingga memerlukan solusi komunal seperti PLTS terpadu.

Makmur kembali menegaskan bahwa upaya menghadirkan listrik di kawasan terpencil patut mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak.

Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Bahkan kampung saya sendiri, yang dahulu tidak pernah terbayang akan mendapatkan akses listrik, kini sudah dapat menikmatinya. Ini patut diapresiasi,” pungkasnya. (Adv/DprdKaltim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *