Ket. Foto: Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.
Samarinda — Rencana pembukaan Program Studi Kedokteran Hewan di Universitas Mulawarman (Unmul) dinilai mendesak untuk menjawab kekurangan tenaga kesehatan hewan di Kalimantan Timur. DPRD Kaltim menyebut persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi menyangkut keamanan pangan dan pengendalian penyakit.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, mengatakan kebutuhan dokter hewan di daerah semakin meningkat, sementara jumlah tenaga ahli masih jauh di bawah kebutuhan.
“Banyak unit layanan teknis dan fasilitas kesehatan hewan kekurangan dokter. Bahkan sejumlah puskesmas hewan belum memiliki tenaga medis,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Darlis menjelaskan minat masyarakat terhadap bidang tersebut juga cukup tinggi. Berdasarkan pemantauan, mayoritas calon mahasiswa asal Kaltim cenderung memilih kuliah di bidang kesehatan hewan, namun selama ini harus mencari kampus di luar daerah.
Kondisi itu dianggap tidak sejalan dengan potensi subsektor peternakan di Kalimantan.
Menurutnya, kehadiran program baru di Unmul tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap wabah zoonosis, termasuk penyakit yang berpotensi menular ke manusia.
“Dokter hewan berperan penting menjamin kualitas pangan dan mengendalikan risiko penyakit,” terangnya.
DPRD memastikan proses rekomendasi telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu penyelesaian unggah dokumen oleh Unmul ke kementerian. Jika semua berjalan lancar, penerimaan mahasiswa ditargetkan dapat dimulai pada 2026 mendatang.
“Kami tentu memberikan dukungan penuh karena program ini penting bagi masa depan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat di Kaltim,” tutup Darlis. (Adv/DprdKaltim)







