Yayasan Elbaity Tebar Zakat Ramadhan 1447 H: Salurkan Modal Usaha untuk UMKM dan Serukan Perdamaian Global

PENAJAM – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan oleh Yayasan Elbaity. Bertepatan dengan 26 Ramadhan 1447 Hijriah atau 14 Maret 2026, yayasan ini menggelar penyaluran zakat kepada masyarakat kurang mampu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Kegiatan tahun ini tidak hanya membagikan zakat semata, tetapi juga menghadirkan program baru yang menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua Yayasan Elbaity, Didik Maryanto, S.T., mengungkapkan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan kepada lebih dari 100 orang mustahiq, 20 anak yatim, serta sejumlah warga yang mendapatkan modal usaha. Menurutnya, program pemberian modal usaha ini merupakan pengembangan dari tahun-tahun sebelumnya sebagai respons terhadap kondisi ekonomi terkini.

“Tahun ini kami menambahkan program yang sebelumnya belum ada, yaitu pemberian modal usaha untuk pelaku UMKM. Hal ini kami harap dapat menjadi solusi untuk membantu persoalan ekonomi di masyarakat, yang nota bene saat ini secara umum ekonomi kita masih lesu akibat beberapa faktor. Di antaranya adalah daya beli masyarakat yang menurun, efisiensi anggaran pemerintah, inflasi nilai rupiah, dan lain-lain,” ujar Didik di sela-sela acara penyaluran zakat, sabtu (14/3/2026).

Zakat yang terkumpul pada periode ini didistribusikan secara umum terwakili ke seluruh kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang meliputi empat wilayah utama: Kecamatan Sepaku, Penajam, Waru, dan Babulu.

Saat ini Didik menjabat sebagai Ketua Harian Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Penajam Paser Utara dan juga Anggota Komando kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kalimantan-Timur menegaskan bahwa penyaluran zakat bukan sekadar kewajiban ritual dalam agama Islam. Lebih dari itu, zakat berfungsi sebagai pilar penting untuk menjaga sistem sosial di masyarakat agar tetap seimbang.

“Zakat ini menciptakan ekosistem yang berkeadilan. Ia adalah piranti penting penjaga kedaulatan bangsa karena ketika kesenjangan sosial dapat diredam, stabilitas keamanan dan ketahanan nasional akan semakin kuat. Ekonomi yang berputar di kalangan masyarakat bawah akan mencegah terjadinya gejolak sosial yang dapat mengganggu keutuhan bangsa,” jelasnya.

Seruan Perdamaian dan Sikap Tegas Menolak Produk Terafiliasi Invasi

Dalam kesempatan tersebut, Didik juga menyampaikan pesan moral yang lebih luas, mengajak seluruh masyarakat Penajam Paser Utara dan Indonesia pada umumnya untuk ikut menjaga perdamaian dunia. Ia menekankan pentingnya menciptakan iklim yang nyaman dan aman dengan tidak mendukung produk asing yang terafiliasi dengan aksi invasi negara lain terhadap negara berdaulat.

“Kita harus bersama-sama menjaga perdamaian dunia. Sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), kita diminta untuk tidak mendukung produk-produk yang terafiliasi dengan negara-negara pelaku invasi. Negara kita juga tidak akan pernah mendukung bentuk penjajahan apapun di muka bumi, seperti yang tertuang jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” tegasnya.

Ia menyoroti konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah yang telah berlangsung hampir seabad. Menurutnya, peperangan antara blok barat dengan dunia arab telah menyisakan duka kemanusiaan yang sangat mendalam, dengan jutaan korban jiwa berjatuhan.

“Konflik terkini yang melibatkan Iran dengan sekutu Amerika sangat membahayakan perdamaian dunia. Dampaknya tidak hanya dirasakan di medan perang, tetapi juga mengguncang perekonomian semua negara di semesta ini. Hal ini berimbas langsung pada kelangsungan hidup rakyat, termasuk di Indonesia, melalui gejolak harga dan ketidakpastian ekonomi global,” tambahnya.

Antisipasi Musim Kemarau: Imbauan Hemat Air dan Pembuatan Sumur Bor

Menyikapi potensi kekeringan yang mengancam Indonesia, termasuk wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Didik juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diprakirakan akan dimulai pada bulan April dengan durasi yang lebih panjang dan sifat yang lebih kering dari biasanya di sebagian besar zona musim Indonesia .

“Memasuki bulan April ini, kita perlu mewaspadai potensi kekeringan. Saya berpesan kepada masyarakat untuk menyiapkan tandon air tambahan, menghemat penggunaan air, dan membuat kolam penampungan air di area pertanian. Khusus untuk daerah pertanian atau perkampungan, dapat dipertimbangkan untuk membuat sumur bor tambahan sebagai cadangan sumber air,” pungkas Didik.

Imbauan ini sejalan dengan peringatan BMKG bahwa fenomena La Nina lemah yang berlangsung sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026, sehingga transisi menuju musim kemarau akan segera terjadi . Masyarakat diharapkan dapat melakukan langkah mitigasi dini untuk menghadapi potensi berkurangnya ketersediaan air bersih dan kekeringan lahan pertanian.

Kegiatan penyaluran zakat Yayasan Elbaity ini pun ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan Ramadhan serta kekuatan bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi dan iklim ke depan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *