Hasanuddin Soroti Ketiadaan Tenaga Medis di Sekolah, Ingatkan Bahaya Jika Respons Darurat Terlambat

Ket. Foto: Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud.

Samarinda — Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, kembali mengangkat persoalan klasik yang hingga kini belum tuntas: tidak adanya tenaga kesehatan yang secara rutin bertugas di sekolah-sekolah.

Menurutnya, sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak justru masih memiliki celah besar dalam kesiapsiagaan medis.

“Ini bukan sekadar soal fasilitas, tetapi soal keselamatan siswa,” ujar Hasanuddin, Rabu (10/12/2025).

Ia menilai kondisi di lapangan cukup mengkhawatirkan. Banyak sekolah masih menyerahkan penanganan siswa sakit kepada guru, yang sebenarnya tidak memiliki kompetensi medis.

Situasi ini makin riskan terutama bagi sekolah yang letaknya terpencil, jauh dari puskesmas maupun akses transportasi cepat.

Hasanuddin mencontohkan, insiden kecil seperti pingsan atau cedera bisa berubah serius bila penanganan pertama tidak tepat.

“Kalau respons terlambat hanya karena tidak ada tenaga medis, itu berbahaya. Anak-anak tidak boleh menanggung risiko sebesar itu,” tegasnya.

DPRD mendorong pemerintah daerah merancang pola kolaborasi yang lebih terstruktur antara sekolah, puskesmas, pemerintah desa bahkan relawan kesehatan.

Ia menyebut, model jejaring kesehatan sekolah sudah diterapkan di sejumlah daerah dan terbukti membantu mempercepat koordinasi penanganan darurat.

“Sekolah harus punya mitra kesehatan yang bisa dihubungi kapan saja. Jangan dibiarkan bergerak sendiri tanpa dukungan,” kata Hasanuddin.

Menurutnya, persoalan kesehatan pelajar tak bisa dipandang sebatas teknis pendidikan. Ia mengingatkan bahwa kualitas SDM Kaltim di masa depan berawal dari lingkungan sekolah yang aman dan terlayani secara layak.

Karena itu, ia meminta pemerintah menjadikan penguatan layanan kesehatan sekolah sebagai bagian dari program prioritas, bukan isu pinggiran.

“Anak-anak adalah investasi terbesar daerah ini, dan mereka berhak mendapatkan perlindungan yang memadai,” tutupnya. (Adv/DprdKaltim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *