Bupati Mudyat Noor Pastikan Penyaluran KPC 2026 Lebih Awal dan Jangkau Siswa Madrasah

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen melakukan pembenahan besar terhadap program Kartu Penajam Cerdas (KPC) pada tahun mendatang.

Bupati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, memastikan bahwa mulai tahun 2026, pendistribusian kartu bantuan pendidikan tersebut akan dilakukan lebih cepat agar sejalan dengan jadwal tahun ajaran baru siswa.

​Langkah ini diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap penyaluran tahun 2025 yang baru bisa terlaksana di akhir tahun.

Menurut Mudyat, kondisi ideal penyaluran KPC seharusnya berbarengan dengan momen penerimaan peserta didik baru agar beban orang tua bisa langsung teringan.

​”Kita berharap begitu masuk tahun ajaran baru, KPC langsung dibagikan. Tahun depan, saat penerimaan siswa baru dibuka, anak-anak kita sudah bisa langsung menerima KPC dan menggunakannya untuk keperluan sekolah,” ujar Mudyat (18/12/2025).

​Mudyat menjelaskan bahwa pelaksanaan di tahun 2025 merupakan tahap awal peluncuran program sehingga masih memerlukan banyak penyesuaian anggaran dan pemrosesan administrasi.

Akibat penyaluran yang dilakukan di akhir tahun, pemerintah menemukan fakta di lapangan bahwa sebagian dana justru digunakan untuk keperluan di luar pendidikan, seperti biaya pengobatan.

Hal ini terjadi karena sebagian besar orang tua sudah terlanjur membeli perlengkapan sekolah dengan biaya pribadi beberapa bulan sebelumnya.

​”Sebetulnya bantuan ini murni untuk keperluan sekolah. Tapi mungkin karena sudah dibelikan sebelumnya, akhirnya dana yang cair digunakan untuk hal lain. Istilahnya masih ada ‘rembes’ karena dibagikan di akhir tahun. Ke depan tentu kita evaluasi dan benahi agar tidak disalahgunakan lagi,” tegasnya.

​Selain memperbaiki waktu penyaluran, Pemerintah juga berencana memperluas jangkauan penerima manfaat.

Jika saat ini bantuan masih menyasar siswa sekolah negeri, pada tahun 2026 mendatang pemerintah berupaya agar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama juga bisa mendapatkan hak yang sama.

​”Untuk sekolah MTs tahun ini memang belum, tapi tahun depan kita upayakan sudah masuk dalam program ini. Kami ingin jangkauan KPC semakin luas dan merata,” tambah Mudyat.

​Ke depannya, edukasi mengenai penggunaan dana KPC akan terus digencarkan melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) PPU.

Pemerintah daerah menargetkan agar bantuan ini benar-benar menjadi solusi tepat sasaran bagi para orang tua dalam menghadapi tahun ajaran baru, sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap kualitas pendidikan di Kabupaten PPU.

​”Penyaluran di akhir tahun ini menjadi percontohan awal bergulirnya program prioritas kami. Dengan penyaluran yang lebih tepat waktu di tahun depan, kami yakin manfaatnya akan jauh lebih dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar anak-anak kita saat memasuki tahun sekolah yang baru,” Pungkas Mudyat. (Adv)

Penulis : ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *