PENAJAM – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Waris Muin, secara resmi menutup rangkaian acara Gebyar Gerbang Nusantara yang berlangsung meriah di halaman Kantor Pemkab PPU.
Acara ini menjadi puncak perayaan sekaligus ajang pemberian penghargaan bagi para inovator daerah dan sekolah-sekolah berprestasi di bidang lingkungan.
Dalam sambutannya, Waris Muin menegaskan bahwa Gebyar Gerbang Nusantara bukan sekadar acara seremonial tahunan.
Ia menilai kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun karakter, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan jati diri bangsa.
”Malam ini kita kembali berkumpul dalam suasana penuh semangat kebersamaan untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba inovasi daerah Gerbang Nusantara Kalpataru tingkat kabupaten dan penghargaan sekolah Adiwiyata,” ujar Waris Muin (27/12/25).
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Menurutnya, karya-karya yang dihasilkan membuktikan bahwa Kabupaten PPU memiliki potensi besar, baik di bidang inovasi teknologi maupun seni budaya.
Waris memberikan ucapan selamat dan berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan menjadi teladan bagi yang lain. Bagi yang belum berkesempatan meraih juara, jangan berkecil hati karena partisipasi Anda adalah bagian penting dari perjalanan kita membangun daerah,” tuturnya.
Acara malam puncak juga diwarnai dengan pemberian penghargaan bagi pemenang Lomba Inovasi 2025 yang terbagi dalam dua kategori, yakni tingkat Perangkat Daerah serta tingkat Pemerintah Desa, Kelurahan, dan Puskesmas, dengan masing-masing enam pemenang.
Selain itu, diberikan pula penghargaan Adiwiyata bagi sekolah-sekolah yang berhasil mengharumkan nama PPU di tingkat kabupaten, provinsi, hingga tingkat nasional dan mandiri.
Tak hanya soal prestasi, suasana haru menyelimuti acara saat Waris Muin mengajak seluruh hadirin untuk menunjukkan empati kepada warga di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang tengah dilanda bencana banjir serta tanah longsor.
Pemkab PPU memanfaatkan momentum ini untuk melakukan pengumpulan donasi sebagai bentuk solidaritas sesama anak bangsa.
”Mari bersama-sama kita memanjatkan doa agar mereka diberikan kekuatan dan ketabahan. Pengumpulan donasi yang kita lakukan malam ini adalah wujud nyata nilai kemanusiaan dan gotong royong. Meski terpisah jarak, hati kita tidak pernah terhalang. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan menjadi amal ibadah bagi para dermawan,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Waris mengucapkan terima kasih kepada panitia, pelaku seni, komunitas, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara tersebut.
Ia menyebut dedikasi mereka sebagai modal sosial yang sangat berharga untuk kemajuan “Benuo Taka” menuju Indonesia Emas 2045.
”Akhirnya, dengan mengucapkan alhamdulillahirobbilalamin, Gebyar Gerbang Nusantara tahun 2025 secara resmi saya nyatakan ditutu4p,” pungkas waris. (Adv)







