PENAJAM – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali melanjutkan proyek pembenahan Taman Rozeline tahun ini. Meski anggaran tidak sebesar tahun lalu, pemerintah daerah tetap berkomitmen mengubah taman ini menjadi ruang publik yang modern dan berstandar nasional.
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari program besar untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik di PPU.
Apalagi, Taman Rozeline sebelumnya sudah punya modal kuat dengan sertifikat Taman Layak Anak dari Kementerian PPPA sejak 2022.
Berbeda dengan tahun 2025 yang fokus pada sisi estetika atau keindahan, tahun ini perbaikan akan menyasar pada penguatan fasilitas fisik dan keamanan taman.
”Tahun ini prioritas utama kami adalah membangun pagar keliling agar taman lebih tertutup dan aman. Selain itu, kami juga akan membenahi jalanan (paving) yang rusak serta menata ulang gedung pengelola yang selama ini dipakai sebagai taman baca,” ungkap Khairil, (13/1/26).
Ia mengakui bahwa ada penurunan anggaran yang cukup jauh dibanding tahun lalu. Jika pada 2025 pengembangan estetika taman mendapat suntikan dana sekitar Rp2,7 miliar, tahun ini anggarannya hanya tersedia sekitar Rp1 miliar karena adanya pengetatan anggaran daerah.
”Tahun lalu kita sudah selesaikan beberapa pekerjaan besar, seperti membangun miniatur Jembatan Pulau Balang, menambah enam gazebo cantik di atas kolam, memasang batu bronjong di pinggir kolam, dan memasang lampu hias. Tahun ini dengan dana yang ada, kita fokus ke pagar dulu,” jelasnya.
Selain mengenai bangunan fisik, Disperkimtan juga sedang mengatur rencana untuk merangkul para pelaku ekonomi kreatif. Saat ini, muncul usulan agar di kawasan Taman Rozeline disediakan ruang khusus bagi UMKM untuk berjualan.
Namun, Khairil menyebut ide tersebut masih harus dibahas lebih lanjut agar tidak merusak kenyamanan pengunjung.
“Ada usulan untuk tempat UMKM, tapi realisasinya masih menunggu kesepakatan lebih lanjut. Kami ingin melihat dulu skemanya nanti seperti apa supaya tidak semrawut,” tambahnya.
Harapannya Taman Rozeline tidak hanya sekadar tempat bermain anak-anak saja, tetapi bisa naik kelas menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memenuhi standar nasional.
”Kami ingin meningkatkan status taman ini. Tidak cuma layak anak, tapi standar nasionalnya terpenuhi semua, baik dari sisi fasilitas, keamanan, hingga kenyamanannya. Makanya penambahan fasilitas ramah anak dan perbaikan lainnya terus kami cicil secara bertahap,” pungkas Khairil. (Adv)







