PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara resmi memulai babak baru dalam sistem birokrasi dengan meluncurkan Mall Pelayanan Publik Digital (MPPD). Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar untuk menciptakan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi, sekaligus memposisikan PPU sebagai penyangga utama gerbang Nusantara.
Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menegaskan bahwa hadirnya inovasi ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi yang sedang berkembang.
“Ini bukan hanya sekadar mengikuti tren, melainkan implementasi nyata dari amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan pilar utama dalam mewujudkan smart city di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujar Mudyat Noor di hadapan para undangan (14/1/26).
Menurut Mudyat, fasilitas digital ini hadir sebagai solusi atas tantangan birokrasi masa lalu yang sering kali dikeluhkan oleh masyarakat karena kerumitannya.
“Jika dulu pelayanan publik itu identik dengan antrean panjang kemudian tumpukan berkas, maka melalui metode ini kita menghadirkan pelayanan yang berjalan cepat. Masyarakat dapat mengakses layanan dari mana saja tanpa batas ruang dan waktu, serta dapat memantau sejauh mana proses permohonan mereka berjalan secara transparan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integrasi antarinstansi agar tidak ada lagi sekat dalam memberikan bantuan kepada warga.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk bersinergi dalam satu sistem digital yang sama guna memangkas waktu pelayanan seminimal mungkin.
“Pastikan seluruh OPD ini berada dalam satu tim digital yang sama untuk mempercepat sistem pelayanan kita. Masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama jika sistemnya sudah terkoneksi dengan baik,” tambahnya.
Namun, Mudyat Noor juga mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi ini tidak akan membuahkan hasil maksimal jika tidak dibarengi dengan perubahan mentalitas para pegawai. Ia menuntut adanya transformasi budaya kerja dari seluruh aparatur pemerintah di lingkungan Pemkab PPU.
“Transformasi kita tidak akan sukses tanpa transformasi budaya kerja dari kita semua. Ini juga termasuk digitalisasi hingga ke tingkat desa, sehingga seluruh wilayah di PPU, dari kota sampai desa, semuanya sudah berbasis digital,” tegas Bupati.
Bupati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan komitmen pelayanan publik ini hingga menjadi salah satu yang terdepan di Indonesia.
Mengakhiri sambutannya, ia secara resmi membuka operasional sistem tersebut agar segera dirasakan manfaatnya oleh warga luas.
“Dengan memohon rida Allah SWT, seraya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kita operasikan Mall Pelayanan Publik Digital ini demi memberikan pelayanan yang termudah untuk masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
Penulis : ayu







