PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan bahwa seluruh program vaksinasi untuk hewan ternak maupun hewan peliharaan di wilayah PPU diberikan secara cuma-cuma. Hal ini disampaikan untuk memastikan para pemilik hewan tidak merasa terbebani secara ekonomi dalam menjaga kesehatan ternak mereka.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, menyatakan bahwa meskipun kemampuan fiskal daerah sedang terbatas, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti.
Sebagai tahap awal di tahun 2026, pihaknya akan mulai menyalurkan sekitar 500 dosis vaksin hewan secara bertahap ke desa-desa dan kelurahan.
“Vaksinasi ini adalah bentuk pelayanan kami kepada masyarakat, jadi kami tegaskan tidak ada pemungutan biaya atau gratis. Baik itu vaksin untuk sapi maupun vaksin rabies yang akan segera kami laksanakan,” kata Ristu, Rabu (4/2/2026).
Distan PPU telah menyiapkan 1.000 dosis vaksin sebagai langkah antisipasi. Walaupun pelaksanaannya belum dimulai secara serentak, sosialisasi kepada masyarakat mulai dilakukan agar mereka waspada terhadap penularan dari hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.
Ristu menjelaskan bahwa sasaran utama vaksinasi ini adalah seluruh ternak milik warga di seluruh kecamatan di PPU.
Syarat utamanya adalah hewan tersebut harus bisa dijangkau atau dikendalikan oleh petugas saat pemberian suntikan.
“Target kami adalah semua ternak milik peternak di kabupaten ini. Selama hewannya bisa dipegang dan dikendalikan, pasti kami vaksin. Kami mulai dari 500 dosis dulu dan akan terus bertambah secara bertahap sesuai ketersediaan stok,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Ristu menitipkan pesan kepada para peternak agar selalu memberikan respon positif terhadap program pemerintah.
Di tengah menurunnya nilai APBD PPU yang berdampak pada pengurangan jumlah pengadaan vaksin, kerjasama dari pemilik hewan sangat diperlukan agar sisa stok yang ada bisa tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran.
“Harapan kami sederhana saja, kalau ada program vaksin, tolong direspon dengan baik. Jangan tunggu ternak sakit baru lapor, karena mencegah itu jauh lebih mudah daripada mengobati saat wabah sudah menyebar,” pungkasnya.







