BERITAKALTIMTERKINI.COM, Penajam – Wacana pembangunan gedung empat lantai untuk ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kembali menjadi sorotan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU turut angkat bicara terkait mandeknya realisasi proyek vital tersebut yang sudah direncanakan sejak lama namun tak kunjung terwujud.
Saat dijumpai awak media, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (DPRD PPU), Raup Muin memgungkapkan jika rencana pembangunan ini bukanlah wacana baru. Menurutnya, gagasan tersebut telah ada jauh sebelum era kepemimpinan Bupati Abdul Gafur Mas’ud (AGM), bahkan telah mengemuka sejak masa pemerintahan Bupati Yusran Aspar.
“Bukan zamannya AGM saja, jauh sebelumnya di zaman Pak Yusran juga sudah diwacanakan,” ungkap Raup.
Ia menyayangkan hingga saat ini belum ada progres nyata dari rencana tersebut. Padahal, menurutnya, penambahan fasilitas kesehatan ini sangat mendesak untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Benuo Taka.
“Namun pada faktanya pada hari ini belum ada realisasinya. Nah, kami tentunya berharap karena ini menyangkut pelayanan publik, pasti fasilitas harus betul-betul yang disiapkan,” tegasnya.
Dirinya menilai, keterbatasan fasilitas seringkali menjadi penyebab utama kurang maksimalnya pelayanan yang diterima masyarakat. Oleh karena itu, realisasi gedung baru ini dianggap sebagai sebuah keharusan.
Meskipun lahan untuk pembangunan telah tersedia, kendala utama yang dihadapi adalah soal pendanaan. DPRD mempertanyakan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) PPU untuk membiayai proyek besar tersebut.
“Kadang pelayanan ke masyarakat kurang karena minimnya fasilitas. Memang sudah diwacanakan untuk dilaksanakan, lahannya sudah ada, tinggal terkait pendanaannya. Apakah mampu PPU membangun itu dengan dana APBD yang ada. Kalaupun ada, paling bertahap,” jelasnya.
Menghadapi tantangan pendanaan ini, DPRD PPU berencana untuk tidak hanya bergantung pada APBD. Pihaknya akan proaktif mencari sumber-sumber pendanaan lain, termasuk mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi.
“Ya, kami ada rencana meminta bantuan kepada Menteri Kesehatan, pasti dari provinsi juga. Itu akan dilakukan dan diupayakan,” tutupnya.
Penulis: Ayu
Editor: Muhammad Yusuf







