PPU Fest 2025 Ditargetkan Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

 

PENAJAM – Gelaran Festival Penajam Paser Utara (PPU Fest) 2025 yang berakhir Jumat (4/7) lalu diharapkan membawa dampak yang luas, tidak hanya dari sisi pelestarian budaya dan hiburan semata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Andi Israwati Latief, menekankan bahwa festival ini dirancang sebagai pemicu perputaran ekonomi serta sarana promosi daerah di tengah momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, kehadiran ratusan pelaku UMKM dalam festival telah memberikan kontribusi nyata dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Lapak-lapak kuliner dan produk lokal yang tersebar di area festival terbukti mampu menarik pengunjung dan membuka peluang pemasukan baru bagi warga.

“Festival ini bukan hanya untuk hiburan. Ada perputaran uang yang terjadi. Dari pemerintah, kembali ke masyarakat lewat UMKM. Ini bentuk nyata dari ekonomi berbasis komunitas,” jelasnya.

Tak hanya itu, Andi juga melihat PPU Fest sebagai kesempatan strategis untuk memperkenalkan Penajam Paser Utara kepada masyarakat luar, khususnya para pengunjung yang datang ke kawasan sekitar IKN.

“Kami ingin PPU lebih dikenal. Saat orang datang ke IKN, mereka juga bisa menyempatkan waktu untuk melihat langsung kebudayaan dan potensi lokal yang kami tampilkan di PPU Fest,” tambahnya.

Festival ini juga diyakini menjadi momentum penting untuk memperkuat jati diri daerah di tengah arus modernisasi. Lewat berbagai pertunjukan seni dan budaya, generasi muda diajak untuk turut melestarikan warisan yang menjadi ciri khas Benuo Taka.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *