PENAJAM – Sebuah interaksi yang tak biasa terjadi hari ini, ketika empat orang anak punk yang tengah beristirahat di depan sebuah ruko di Penajam diamankan oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) PPU. Insiden ini, yang awalnya tampak seperti penertiban rutin, justru berujung pada bantuan humanis bagi keempat pemuda tersebut yang sedang dalam perjalanan jauh melintasi pulau.
Anak punk tersebut diketahui berasal dari Tenggarong, Kalimantan Timur, dan sedang menempuh perjalanan panjang menuju Sampit, Kalimantan Tengah. Mereka menjelaskan kepada petugas bahwa tujuan mulia dari perjalanan melelahkan ini adalah untuk menghadiri sebuah acara komunitas besar, yakni Festival Perkumpulan Anak Punk, yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada 24 Agustus 2025 mendatang di Sampit. Setelah event tersebut usai, mereka berencana untuk kembali ke daerah asal masing-masing.
“Kami mendapati mereka sedang beristirahat di depan sebuah ruko di wilayah Penajam. Setelah kami dekati dan ajak berkomunikasi secara baik-baik, mereka dengan terbuka menjelaskan tujuan perjalanan mereka yang cukup jauh ke Sampit untuk mengikuti festival,” ungkap seorang petugas Satpol PP.
Petugas menambahkan, bahwa anak-anak punk tersebut tidak menunjukkan gelagat mengganggu ketertiban umum atau melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat. Mereka tampak kelelahan setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang.
Melihat kondisi mereka yang melakukan perjalanan lintas provinsi dengan hanya mengandalkan perbekalan seadanya dan tanpa transportasi pribadi yang memadai, pihak Satpol PP mengambil pendekatan yang humanis dan simpatik.
Ali-alih melakukan penindakan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) terkait ketertiban umum yang mungkin dapat diterapkan, para petugas Satpol PP memilih jalur persuasif dan memberikan uluran tangan.
Setelah dipastikan tidak ada pelanggaran serius atau niat buruk di balik perjalanan mereka, petugas mengambil inisiatif untuk membantu mereka melanjutkan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman. Keempat anak punk tersebut kemudian diantar menggunakan kendaraan operasional Satpol PP hingga ke wilayah perbatasan PPU. Bantuan ini diberikan agar mereka dapat lebih mudah dan aman melanjutkan perjalanan berikutnya menuju destinasi mereka di Kalimantan Tengah, tanpa harus khawatir tersesat atau kelelahan di tengah jalan.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP PPU, Rakhmadi, menyampaikan himbauan penting kepada seluruh masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan jauh atau memiliki anggota keluarga, khususnya anak-anak muda, yang bepergian tanpa pendampingan memadai, agar selalu memperhatikan keselamatan dan kelengkapan diri. Pastikan bekal cukup dan tujuan jelas, serta informasikan kepada keluarga,” ujar Rakhmadi, Kamis (31/7/2025).
Ia juga menambahkan, “Kami juga meminta masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika melihat hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Namun, kami ingin menekankan bahwa Satpol PP akan selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam setiap penanganan kasus, terutama jika ada unsur kemanusiaan yang membutuhkan perhatian.”
Langkah humanis yang diambil oleh Satpol PP PPU ini menunjukkan bahwa tugas pokok mereka tidak hanya sebatas penegakan hukum dan menjaga ketertiban, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan yang kuat. Penanganan kasus semacam ini dengan pendekatan persuasif dan bantuan nyata diharapkan dapat membangun citra positif aparat di mata masyarakat, termasuk bagi kelompok yang kerap dianggap marginal. Ini juga menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara penegakan aturan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan demi terciptanya ketertiban dan kenyamanan bersama.(Adv)
(HUMAS/SATPOL PP)







