Brigade Pangan Dorong Modernisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan di PPU

PENAJAM – Kehadiran Brigade Pangan (BP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan dampak positif yang signifikan bagi para petani. Program ini tidak hanya menyediakan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi juga memastikan para petani dapat menggunakannya secara optimal. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memodernisasi sektor pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan.

Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa BP memiliki peran lebih dari sekadar menyalurkan alsintan. Program ini juga menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan yang intensif. Langkah ini diambil untuk memastikan para petani tidak ketinggalan dalam menghadapi kemajuan teknologi pertanian.

“BP hadir di seluruh kota di Indonesia. Di PPU, selain alatnya datang, petani juga dibekali pengetahuan cara pakainya,” ujar Andi, Selasa (19/8/2025).

Menurut Andi, selama ini biaya perbaikan alsintan yang rusak cukup mahal, sehingga banyak alat yang dibiarkan terbengkalai. Kondisi ini membuat produktivitas pertanian menurun dan memaksa petani untuk terus membeli alat baru.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah PPU berencana membangun bengkel pertanian khusus dengan biaya perbaikan yang jauh lebih terjangkau.

“Harapannya tidak ada lagi alsintan yang terbengkalai. Kita perbaiki, kembalikan ke petani, atau berikan kepada petani yang membutuhkan, sehingga kita tidak perlu lagi membeli baru,” jelasnya.

Andi menegaskan bahwa BP dibentuk untuk membantu kelompok tani mengolah lahan mereka secara efisien dan memperkuat ketahanan pangan di daerah. Dengan adanya program ini, petani di PPU tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan peralatan yang memadai, karena pemerintah benar-benar memberikan perhatian lebih pada sektor ini.

“Kalau dulu mereka tidak punya, sekarang setelah BP dibentuk, alatnya tersedia,” kata Andi.

Saat ini, terdapat 29 Brigade Pangan yang tersebar di seluruh wilayah PPU. Masing-masing brigade menerima berbagai jenis bantuan, mulai dari traktor roda empat (jonder), rotavator, bibit unggul, hingga perlengkapan pengolah lahan lainnya.

Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara drastis, sekaligus mendorong kemandirian petani dalam mengelola lahan mereka. Dengan adanya dukungan ini, pemerintah berharap sektor pertanian di PPU dapat tumbuh menjadi lebih kuat dan modern.(Adv)

 

Penulis: Ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *