PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah maju dalam dunia pendidikan dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum sekolah. Penerapan ini akan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026 dan menyasar pelajar di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kurikulum baru ini tidak berdiri sendiri, melainkan dirancang sebagai pelengkap bagi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, dengan fokus utama pada peningkatan literasi dan numerasi siswa.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, menjelaskan bahwa kurikulum yang diberi nama “pembelajaran secara mendalam” ini bertujuan untuk memperkaya wawasan siswa.
“Kurikulum AI ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, melainkan melengkapi kurikulum yang sudah ada,” ujar Andi, Di dalamnya, kami ingin memastikan anak-anak kita memahami berbagai filosofi, sehingga mereka memiliki fondasi yang kuat untuk menguasai literasi dan numerasi,” ujar Andi, Kamis (288/2025).
Keputusan untuk mengadopsi AI dalam kurikulum pendidikan ini sejalan dengan salah satu program unggulan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden periode 2025-2030. Program ini menitikberatkan pada digitalisasi untuk memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) di seluruh Indonesia.
Andi Singkerru menegaskan, “AI akan kita terapkan ke dalam sistem belajar karena ini sesuai dengan harapan program Asta Cita bapak presiden terkait digitalisasi. Jadi, mulai dari anak-anak SD dan SMP, mereka akan diajarkan soal coding.”
Dia juga menambahkan, “Ini adalah langkah strategis kita untuk memastikan pelajar PPU tidak tertinggal dan siap bersaing di kancah global.”
Untuk memastikan implementasi berjalan mulus, Disdikpora PPU telah dan akan terus menggelar pelatihan intensif bagi para guru. Pelatihan ini mencakup pengenalan konsep AI, cara mengintegrasikannya ke dalam materi pelajaran, serta teknik-teknik dasar pengajaran coding. Meskipun pelatihan masih berlangsung, Andi Singkerru optimistis bahwa para pendidik akan siap menyambut perubahan ini.
“Kami terus berupaya mempersiapkan para guru, karena mereka adalah ujung tombak keberhasilan kurikulum ini,” katanya.
Penerapan kurikulum berbasis AI ini tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan pendidikan di PPU. Dengan memadukan teknologi canggih dengan kurikulum yang sudah ada, diharapkan kualitas pendidikan akan meningkat secara signifikan.
Para pelajar tidak hanya akan menguasai materi pelajaran konvensional, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0. Harapan besar terletak pada terciptanya lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga adaptif dan inovatif.(Adv).
Penulis: Ayu







