\n\n

Inspektorat PPU Bergerak Cepat Pasca Evaluasi BPKP, Kepala OPD Diminta Perkuat Perencanaan Anggaran

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah tegas untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah. Inspektorat PPU menggelar Sosialisasi Pengawasan Penguatan Kualitas Perencanaan dan Pengendalian Risiko Fraud di Aula Lantai III Kantor Bupati, yang dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekretaris sebagai wujud komitmen perbaikan menyeluruh.

Kepala Inspektorat Kabupaten PPU, Budi Santoso, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan respons cepat dan serius dari pemerintah daerah terhadap temuan audit. Sosialisasi ini berawal dari hasil laporan evaluasi yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur.

“Kita ingin bagaimana menyusun sebuah perencanaan, sebuah anggaran betul-betul efektif dan juga efisien,” tegas Budi Santoso (8/10/25).

Ia menjelaskan bahwa evaluasi BPKP mencakup lima sektor kegiatan prioritas di PPU, yaitu program UMKM, penanganan stunting, upaya pengetesan kemiskinan, dan proyek di sektor pendidikan.

Dari hasil evaluasi pada lima sektor tersebut, BPKP menemukan adanya beberapa kegiatan yang dinilai masih belum tepat sasaran. Temuan inilah yang menjadi pemicu utama bagi Inspektorat untuk segera bekerjasama dengan BPKP dalam menyelenggarakan sosialisasi pengawasan ini.

“Dari lima itu, ada beberapa kegiatan yang masih belum tepat sasaran sehingga itulah yang kemudian bekerjasama dengan BPKP untuk melaksanakan kegiatan ini,” jelasnya.

Budi Santoso berharap penuh kepada seluruh peserta, khususnya para pengambil keputusan di OPD, agar dapat mengaplikasikan materi sosialisasi. Targetnya, seluruh OPD dapat menyusun perencanaan secara benar, melaksanakan program dengan akuntabel, dan memastikan tata kelola sudah betul-betul efektif dan efisien.

Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya risiko fraud dan memastikan dana publik benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Dengan partisipasi Kepala dan Sekretaris OPD, diharapkan informasi dan praktik terbaik dari sosialisasi dapat langsung diimplementasikan di tingkat unit kerja. (Adv)

Penulis : ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *