Samarinda — Rencana pembangunan Jembatan Pela kembali menjadi perhatian Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Samsun. Ia menilai proyek yang menghubungkan Marawis dan Kota Bangun itu tidak sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari strategi mempercepat mobilitas dan ekonomi wilayah.
Menurut Samsun, jembatan tersebut akan menjadi salah satu jalur kunci yang dapat mengurangi hambatan akses antarwilayah. Konektivitas yang lebih efisien diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang bagi sektor-sektor produktif di daerah sekitar.
“Pembangunan Jembatan Pela tidak hanya menyangkut kemudahan transportasi, tetapi juga berpotensi besar memperkuat basis ekonomi daerah,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Ia menilai, agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana, koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi harus diperkuat.
Samsun menyebut keberhasilan proyek besar selalu ditentukan oleh kualitas komunikasi dan kolaborasi antarlevel pemerintahan, terutama dalam perencanaan teknis dan alokasi anggaran.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa hadirnya Jembatan Pela dapat mempercepat arus pergerakan barang dan masyarakat.
Hal ini diyakini akan memicu pertumbuhan aktivitas ekonomi baru di kawasan yang selama ini terkendala akses. Peningkatan kelancaran transportasi juga membuka ruang untuk pengembangan sektor pariwisata, perdagangan, dan usaha masyarakat.
Samsun menegaskan bahwa infrastruktur merupakan salah satu pondasi utama penggerak kesejahteraan. Karena itu, setiap tahapan pembangunan harus dilakukan secara cermat, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga eksekusinya.
Ia berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi dapat bergerak serempak sehingga manfaat jembatan dapat segera dirasakan masyarakat.
“Kami akan menjalin koordinasi dengan pemerintah kabupaten demi memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik melalui kerja sama yang erat antara kedua tingkat pemerintahan,” lanjutnya. (Adv/DprdKaltim)







