Strategi Baru Disdikpora PPU: Pembinaan Intensif Cabor Berpotensi Minim Medali Jadi Prioritas

PENAJAM – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU mengumumkan strategi baru yang fokus pada peningkatan prestasi daerah melalui pembinaan cabang olahraga (cabor) yang dinilai masih memiliki potensi besar namun perolehan medalinya belum optimal.

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, menyatakan komitmen penuh untuk mendongkrak capaian cabor-cabor ini ke tingkat yang lebih tinggi.

Andi Singkerru menjelaskan bahwa strategi ke depan adalah mengalihkan fokus pembinaan ke atlet-atlet yang mewakili cabor yang belum mampu bersaing secara maksimal dalam perolehan medali di berbagai ajang kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).

​”Kita Alhamdulillah, memang makanya nanti kita mau coba, berupaya untuk membina atlet yang terutama yang cabor-cabor yang belum mampu terlalu bersaing,” kata Andi Singkerru (29/11/25).

​Pendekatan ini bertujuan untuk meratakan kualitas prestasi di seluruh cabor, tidak hanya berfokus pada cabor yang sudah dominan.

​Singkerru secara spesifik menyebut dua cabor yang menjadi perhatian serius Disdikpora karena perolehan medali yang minim, meskipun memiliki potensi dasar yang baik. Cabor tersebut adalah Senam dan Menembak.

​Ia mencontohkan, cabor seperti Menembak, yang dalam kompetisi terakhir hanya mampu menyumbangkan satu medali emas.

Begitu pula dengan cabor Senam dan cabor-cabor lain yang perolehan medalinya hanya mencapai satu digit. Melalui intervensi dan pembinaan yang lebih intensif, Disdikpora bertekad untuk mendorong peningkatan prestasi pada cabor-cabor ini secara signifikan.

​Untuk merealisasikan target peningkatan prestasi ini, Disdikpora tidak hanya berfokus pada atlet, tetapi juga pada kualitas pembinaan.

Andi Singkerru menegaskan pentingnya memastikan bahwa seluruh sekolah olahraga di PPU, khususnya untuk cabor yang menjadi target, memiliki tenaga pelatih yang berkualitas.

​”Kita berupaya untuk bagaimana supaya mereka itu benar-benar punya pelatih yang benar-benar bagus dan profesional, dan juga bersungguh-sungguh melatih,” tutupnya.

​Dengan menyediakan pelatih yang profesional dan sungguh-sungguh, diharapkan kemampuan teknis dan mentalitas atlet dapat terasah maksimal, sehingga cabor-cabor yang dulunya “lemah” dapat menjadi penyumbang medali yang kuat bagi Kabupaten PPU di masa mendatang. (Adv)

Penulis : ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *