Pemkab PPU Kebut Pembangunan 10 Dapur Gizi Baru, Sekda Tohar Targetkan 10 Ribu Siswa Terlayani dalam 35 Hari

PENAJAM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) menghadapi kendala signifikan terkait jangkauan layanan kepada seluruh pelajar. Untuk mengatasi tantangan ini, Satuan Tugas (Satgas) MBG PPU tengah berupaya keras menambah fasilitas pengolahan makanan.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG PPU, Tohar, mengakui bahwa hingga kini, program tersebut belum mampu melayani seluruh siswa yang menjadi target utama. Total siswa di PPU yang seharusnya menjadi sasaran MBG mencapai angka 35.000 pelajar.

Tohar menjelaskan bahwa pada September lalu, siswa yang terlayani baru sekitar 5.000, dan angka ini baru meningkat menjadi 7.257 siswa setelah penambahan satu dapur di kawasan Sepaku.

​”Kita menyadari bahwa harapan kita adalah seluruhnya anak-anak di PPU ini dapat manfaat dari program MBG,” ungkap tohar (30/11/25).

“Namun, hal ini belum mungkin terwujud secara instan karena memang ada keterbatasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersedia saat ini,” jelasnya.

​Dalam upaya percepatan yang agresif, Satgas MBG kini menaruh fokus pada pembangunan fasilitas baru. Satgas menargetkan penambahan 10 unit Dapur SPPG baru yang harus rampung dalam kurun waktu 35 hari ke depan.

Pembangunan ini dilakukan untuk memastikan peningkatan kapasitas masak dan distribusi makanan secara signifikan.

​Dengan penambahan 10 dapur baru tersebut, Tohar berharap cakupan layanan dapat segera meningkat drastis.

“Kami berharap cakupan layanan bisa mencapai angka 10.000 siswa lebih,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun jumlah unitnya bertambah, setiap dapur SPPG memiliki batas kemampuan cakupan layanan yang tidak terlalu luas.

“Karena 10 SPPG ini cakupannya kecil-kecil,” tutup Tohar.

​Meskipun dengan penambahan ini target layanan baru akan mencapai sekitar 10.000 siswa—yang masih jauh dari total kebutuhan 35.000 siswa—Sekda Tohar menegaskan bahwa Satgas akan terus berupaya keras untuk memperluas jangkauan layanan secara bertahap.

Pemkab PPU berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa pada akhirnya, semakin banyak anak-anak daerah yang dapat menikmati manfaat gizi dari program prioritas nasional tersebut. (Adv)

Penulis : ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *