PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi meluncurkan Mal Pelayanan Publik Digital (MPPD), Inovasi ini dilakukan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi terbaru.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyampaikan bahwa kehadiran mal pelayanan versi digital ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat di zaman yang serba cepat.
Dengan sistem ini, warga tidak perlu lagi repot datang dan mengantre di kantor pemerintah untuk mengurus berkas.
”Hari ini kita luncurkan Mal Pelayanan Publik Digital. Sekarang sudah zamannya teknologi, jadi pelayanan kepada masyarakat harus kita buat semudah mungkin. Harapannya warga tidak perlu menunggu lama lagi karena semua layanan sudah menyatu dan serba digital,” ujar Mudyat, (17/1/26).
Melalui platform digital ini, masyarakat dapat mengurus berbagai jenis perizinan dan permohonan secara mandiri melalui website resmi.
Selain urusan surat-menyurat, sistem ini juga dilengkapi fitur menarik, yaitu masyarakat bisa memantau kondisi ruang publik melalui CCTV yang terhubung langsung di dalam sistem tersebut.
Pemerintah menempatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai pengelola utama sistem digital ini agar pelayanan tetap stabil dan mudah diakses kapan saja.
Meski sudah berbasis digital, Mudyat menjelaskan bahwa rencana pembangunan gedung fisik Mal Pelayanan Publik (MPP) tetap akan berjalan.
Selama ini, PPU menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang belum memiliki gedung khusus untuk pusat pelayanan terpadu tersebut.
”Peluncuran digital ini sambil menunggu pembangunan gedung fisiknya yang kita rencanakan mulai tahun 2026 ini. Yang paling penting bagi kami sekarang adalah layanannya sudah tersedia dan bisa berjalan maksimal untuk warga,” tambahnya.
Bagi masyarakat yang masih ingin melakukan layanan tatap muka atau secara offline, pemerintah tetap menyediakannya melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Mudyat juga mengungkapkan rencananya untuk menyiapkan kantor khusus agar pelayanan tatap muka menjadi lebih nyaman. Hal ini dilakukan seiring dengan adanya beberapa kantor dinas yang berpindah lokasi.
”Nanti kita siapkan tempat agar PTSP bisa menempati kantor yang lebih pas, supaya warga yang datang langsung tetap bisa dilayani dengan baik dan nyaman,” pungkas Mudyat. (Adv)







