PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah bergerak cepat untuk mewujudkan program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sambil menunggu pembangunan gedung permanen, pemerintah daerah menyiapkan skema sekolah rintisan agar kegiatan belajar mengajar bisa segera dimulai.
Plt Kepala Dinas Sosial PPU, Muhtar, menjelaskan bahwa program pendidikan gratis berasrama ini merupakan gagasan pemerintah pusat.
Untuk di PPU, pembangunan fisiknya dijadwalkan masuk pada gelombang kedua.
”Agar program ini tetap berjalan sesuai jadwal dan tidak tertinggal, kita siapkan sekolah rakyat rintisan lebih awal. Rencananya, kegiatan belajar mengajar sementara akan dipusatkan di gedung bekas Penajam Suite Hotel,” ujar Muhtar, (22/1/26).
Gedung bekas Penajam Suite Hotel yang berlokasi di Kompleks Islamic Centre, Kelurahan Nipah-nipah, dipilih karena dinilai layak untuk menjadi lokasi belajar sekaligus asrama.
Dengan fasilitas yang ada, gedung ini diperkirakan mampu menampung sekitar 120 hingga 170 siswa.
Penerapan sistem asrama ini bertujuan agar akses pendidikan lebih terjangkau dan perkembangan anak-anak lebih terkontrol.
”Di sekolah rintisan itu nanti, para siswa langsung diasramakan. Kami mengusulkan eks hotel tersebut karena kapasitasnya cukup memadai untuk menampung seluruh siswa di tahap awal ini,” tambahnya.
Muhtar menyebutkan, sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga prasejahtera, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Data calon siswa diambil berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), data Dinas Pendidikan, serta menyisir anak-anak yang putus sekolah.
Pemkab PPU menargetkan sekolah rintisan ini sudah bisa mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Namun, sebelum resmi digunakan, gedung tersebut masih harus melewati tahap survei dan menunggu persetujuan dari Pemerintah Provinsi.
Meski sudah menyiapkan gedung sementara, Pemkab PPU juga telah menjadwalkan pembangunan sekolah rakyat permanen. Lahan seluas 6,7 hektare di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, telah disiapkan untuk lokasi tersebut.
”Pembangunan gedung permanen nanti dilakukan di Lawe-Lawe. Sambil menunggu itu jadi, kita pakai fasilitas yang ada dulu supaya anak-anak kita yang putus sekolah atau kurang mampu bisa segera kembali belajar,” pungkas Muhtar. (Adv)







