Bupati Mudyat Noor Siapkan Pembangunan Gedung Bersama, Bakal Jadi Ikon Baru dan Pusat Keramaian di PPU

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah merancang pembangunan gedung bersama yang diproyeksikan menjadi ikon baru bagi daerah. Selain sebagai pusat perkantoran, proyek ini ditujukan untuk memecah keramaian agar tidak hanya menumpuk di satu titik saja.

​Bupati PPU, Mudyat Noor, menjelaskan bahwa rencana besar ini sudah disiapkan tahun ini. Meski begitu, pengerjaan fisiknya sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah.

Ia berharap pembangunan ini bisa segera dimulai agar fasilitas publik semakin merata di wilayah Penajam.

​”Kami berencana membangun gedung bersama, tapi saat ini masih menunggu ketersediaan anggaran. Begitu dananya ada, langsung kita bangun,” ujar Mudyat Noor, (24/1/26).

​Lokasi gedung bersama ini rencananya akan dibangun di area depan kantor Rumah Jabatan (Rujab) Bupati PPU.

Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan pemerintah ingin menghidupkan suasana jalanan di sekitar kawasan tersebut agar lebih produktif dan ramai aktivitas ekonomi maupun sosial.

Mudyat menginginkan adanya sebuah tempat yang bisa menjadi ciri khas tersendiri bagi PPU, sesuatu yang selama ini dirasa belum menonjol.

Melalui gedung ini, ia juga mengajak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ikut berkantor dan berkegiatan di sana.

​”Kami ingin menghidupkan jalan di sekitar situ. Makanya, kami dorong instansi daerah terutama BUMD kalau bisa ikut membangun di lokasi tersebut. Kami harus punya satu tempat yang masyarakat merasa ini punya PPU, ada ciri khasnya. Selama ini kita belum punya ikon seperti itu,” jelasnya.

​Lebih lanjut, Mudyat menekankan pentingnya pemerataan pembangunan. Ia tidak ingin fasilitas publik hanya terkumpul di satu lokasi saja, sementara wilayah lain terlihat sepi.

Menurutnya, fasilitas yang sudah dibangun harus dimanfaatkan dengan maksimal agar tidak terbengkalai.

​”Tujuannya supaya Penajam ini tidak hanya ramai di satu titik, tapi terbagi rata. Fasilitas yang sudah ada kalau tidak dipakai justru akan rusak, itu sangat disayangkan,” tambahnya.

​Mengenai kapan proyek ini dimulai, Pemkab PPU masih memantau perkembangan anggaran.

Jika memungkinkan, proses awal atau peluncuran proyek akan dilakukan pada APBD Perubahan tahun ini. Namun, jika anggaran masih terbatas, pembangunannya akan digeser ke tahun depan.

​”Untuk perencanaannya tahun ini. Kalau anggarannya ada di perubahan, kita bisa launching segera. Tapi kalau tidak mencukupi, ya kita laksanakan tahun depannya,” Pungkas Mudyat Noor.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *