PENAJAM – Pesatnya aktivitas pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) berdampak langsung pada kepadatan arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Namun, peningkatan jumlah kendaraan operasional ini tidak dibarengi dengan kesadaran uji kelaikan jalan. Dinas Perhubungan (Dishub) PPU mencatat masih banyak kendaraan proyek di area IKN yang nyaris tidak tertib dalam melakukan uji KIR.
Sekretaris Dinas Perhubungan PPU, Andi Sunra Satriadi Sumaryo, secara terbuka melayangkan imbauan kepada pihak Otorita IKN dan para pemilik kendaraan operasional agar segera melakukan uji kelaikan.
Ia menegaskan bahwa kelaikan kendaraan bukan hanya soal administrasi, melainkan menyangkut nyawa pengguna jalan lainnya.
“Sejauh ini kami melihat kendaraan-kendaraan di sana nyaris tidak tertib. Melalui media ini, saya mengajak pihak Otorita untuk bersinergi. Fasilitas pengujian kami sudah sangat lengkap, alat-alatnya aman, dan tenaga pengujinya sudah bersertifikasi tingkat 5. Artinya, kendaraan besar seperti mobil tangki pun bisa kami layani,” ungkap Andi Sunra, Selasa (3/2/2026).
Andi menekankan bahwa saat ini pemerintah telah mempermudah masyarakat dan pelaku usaha dengan meniadakan biaya uji KIR.
Dengan kebijakan gratis ini, menurutnya tidak ada lagi alasan bagi perusahaan atau pemilik kendaraan untuk mangkir dari kewajiban memeriksa kondisi kendaraannya.
“Layanan ini sudah gratis, jadi jangan sampai urusan keuangan dijadikan alasan untuk tidak tertib. Kami ingin memastikan kendaraan yang lalu lalang di wilayah PPU benar-benar aman,” tambahnya.
Proses pemeriksaan di kantor Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) PPU dilakukan secara menyeluruh dan mendetail. Petugas akan mengecek sistem pengereman, pencahayaan, fungsi wiper, tekanan angin ban, hingga daya dukung beban kendaraan.
Proses pengecekan yang memakan waktu 3 hingga 4 jam ini dilakukan untuk menjamin standar keselamatan yang tinggi.
Sebagai langkah nyata di lapangan, Dishub PPU berencana melakukan aksi ramcheck atau inspeksi keselamatan saat memasuki awal Ramadan nanti.
Tak berhenti di situ, Andi juga menyiapkan langkah tegas berupa razia gabungan setelah Idulfitri.
“Kami akan bersinergi dengan Satlantas dan Otorita IKN untuk melakukan pemeriksaan di lapangan. Jangan sampai menunggu ada kecelakaan baru menghubungi kami untuk minta bantuan mobil derek. Kami ingin mencegah itu sejak awal. Harapannya, pasca Ramadan nanti semua kendaraan yang melintas di jalur kita sudah benar-benar layak jalan dan aman,” pungkasnya.







