PENAJAM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tengah memacu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor retribusi pelayanan publik. Dalam langkah terbarunya, Dishub PPU fokus mengoptimalkan pemungutan retribusi parkir di sejumlah pasar besar serta memperketat tata kelola di dermaga-dermaga wilayah PPU guna mengejar target besar di tahun 2026.
Sekretaris Dinas Perhubungan PPU, Andi Sunra Satriadi Sumaryo, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menggelar rapat koordinasi bersama Bapenda dan Bankaltimtara untuk menyusun strategi penguatan PAD.
Salah satu kebijakan yang diambil adalah dengan mengerahkan tenaga pendukung (PJLP) sebanyak 20 orang yang bertugas khusus di lapangan.
“Kami ada dorongan kuat untuk meningkatkan retribusi tahun ini. Baru-baru ini saya sudah rapat dengan pihak Bapenda dan Bankaltim untuk membahas retribusi parkir, khususnya di Pasar Nenang dan Pasar Babulu. Kami optimalkan dengan bantuan adik-adik PJLP sebanyak 20 orang. Harapannya, hasil tahun ini bisa jauh lebih baik dari tahun lalu,” ujar Andi Sunra saat ditemui di kantornya, Selasa (5/2/2026).
Andi menjelaskan bahwa sistem retribusi ini baru kembali efektif berjalan pada Januari 2026 setelah sebelumnya sempat ada penyesuaian data. Meski masih berada di awal tahun, pergerakan angka pendapatan menunjukkan tren yang cukup positif.
Berdasarkan data bulan Januari 2026, total retribusi yang berhasil dikumpulkan sudah mencapai Rp408.505.700 dari berbagai sektor.
Jika dirinci, sektor Pelayanan Kepelabuhanan yang dikelola oleh UPT Pelabuhan Buluminung menjadi penyumbang terbesar dengan raihan Rp379,5 juta di bulan pertama.
Sementara itu, untuk retribusi di Pasar Induk Penajam tercatat sebesar Rp7,3 juta, Pasar Babulu Rp10,8 juta, Dermaga Penajam Rp7,8 juta, dan Dermaga Maridan sebesar Rp2,9 juta.
“Target PAD kita tahun ini secara keseluruhan menyentuh angka 10,5 miliar rupiah. Angka yang paling besar memang berada di UPT Pelabuhan Buluminung yang ditargetkan bisa menyumbang 8,8 miliar rupiah. Sedangkan untuk Pasar Induk Penajam kita patok target 900 juta rupiah dan Pasar Babulu sebesar 600 juta rupiah,” jelas Andi secara mendetail.
Meskipun capaian di awal tahun masih terpaut jauh dari target tahunan, Andi mengaku tetap optimis bahwa angka tersebut akan terus tumbuh seiring dengan efektivitas kerja para petugas di lapangan.
Pihaknya akan terus melakukan evaluasi bulanan agar potensi kebocoran retribusi bisa diminimalisir dan target yang telah ditetapkan dapat tercapai di akhir tahun nanti.
“Untuk Dermaga Penajam sendiri kami targetkan 125,5 juta rupiah dan Dermaga Maridan 100 juta rupiah. Kami merasa sangat optimis tahun ini capaiannya bisa sesuai dengan target yang sudah kita susun, apalagi dengan adanya penambahan personel pengawas di pasar-pasar tadi,” pungkasnya.







