Pemkab PPU Matangkan Pembangunan Sekolah Rakyat Berasrama untuk jenjang SD-SMA

PENAJAM — Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus dimatangkan tidak hanya dari sisi infrastruktur fisik, tetapi juga penyiapan sistem belajar dan tenaga pengajarnya. Sekolah ini dipersiapkan secara khusus untuk menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Sosial PPU, Ainie, menjelaskan bahwa penerimaan murid baru nantinya akan memprioritaskan warga yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2, dengan wacana perluasan cakupan hingga desil 4.

Penentuan kelompok sasaran ini nantinya akan dibahas melalui rapat komisi khusus serta memerlukan persetujuan langsung dari orang tua murid agar penyaluran bantuannya tepat sasaran.

“Untuk daya tampung, rancangannya mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Masing-masing jenjang rencananya akan membuka tiga angkatan atau kelas,” kata Ainie saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Guna mendukung proses belajar dan tumbuh kembang siswa secara optimal, kompleks sekolah ini dirancang memiliki fasilitas yang lengkap.

Selain gedung ruang belajar, pemerintah turut membangun asrama inap, fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola dan bola voli, serta berbagai sarana ekstrakurikuler yang pengadaannya akan disesuaikan dengan ketentuan lanjutan dari kementerian terkait.

“Sejalan dengan penyiapan fasilitas tersebut, kebutuhan tenaga pengajar juga menjadi perhatian serius,” kata Ainie.

Kementerian Sosial membuka jalur rekrutmen mandiri Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia.

Untuk memaksimalkan potensi lokal, Ainie menyebutkan bahwa pihak nya turut berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan guna memetakan tenaga pendidik yang sudah ada di daerah.

“Kami berharap tenaga pendidik yang sebelumnya berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PJLP) bisa diberikan prioritas dalam seleksi formasi P3K ini,” pungkasnya.

Langkah prioritas tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan guru yang berpengalaman sekaligus bentuk apresiasi atas pengabdian tenaga pendidik lokal yang selama ini telah mendampingi masyarakat.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *