PPU — Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) terus memperkenalkan berbagai olahraga masyarakat yang berada di bawah binaannya kepada masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan.
Pada kesempatan kali ini, Federasi Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) berkesempatan tampil di dua lokasi berbeda, yakni dalam kegiatan Haornas IGTKI di Lapangan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara serta kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru) Guru SD di SDN 31 Sidorejo.
Kehadiran Fespati menjadi bagian dari upaya Kormi dalam mengenalkan inorga (induk organisasi olahraga masyarakat) yang berada di bawah naungan Kormi. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung sekaligus mengenal lebih dekat olahraga panahan tradisional.

Di lokasi kegiatan Haornas IGTKI, panahan tradisional mendapat perhatian dari peserta dan masyarakat yang hadir. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk mengenal peralatan panahan serta memahami dasar-dasar olahraga tersebut dengan tetap mengutamakan keselamatan dan pendampingan.
Sementara itu, pada kegiatan KKG Guru SD di SDN 31 Sidorejo, Fespati juga turut memperkenalkan panahan tradisional kepada para guru. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang agar olahraga panahan tradisional semakin dikenal di lingkungan sekolah dan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan olahraga bagi peserta didik.
Ketua Fespati PPU, Imam Hanafi, menyampaikan bahwa kesempatan tampil di dua lokasi tersebut merupakan langkah positif dalam memperluas sosialisasi panahan tradisional.
“Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan KORMI kepada FESPATI untuk memperkenalkan panahan tradisional di lingkungan masyarakat dan pendidikan. Kami berharap semakin banyak anak-anak dan guru yang mengenal olahraga ini, bukan hanya sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai olahraga masyarakat yang memiliki nilai tradisi, kedisiplinan, konsentrasi dan ketepatan,” ujarnya.
Fespati juga menegaskan bahwa pengenalan panahan tradisional tidak semata-mata bertujuan mencari atlet, tetapi juga menjadi sarana melestarikan budaya dan olahraga tradisional Indonesia serta membangun karakter melalui latihan yang membutuhkan fokus, kesabaran, kedisiplinan dan pengendalian diri.
Kegiatan di dua tempat tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Kormi dan Fespati PPU untuk terus mendekatkan olahraga masyarakat kepada berbagai kalangan, khususnya generasi muda dan dunia pendidikan.
____________
Fespati untuk negeri — melestarikan panahan tradisional, membangun generasi sehat, disiplin dan berprestasi.







